PENGAWASAN HIJAUAN PAKAN TERNAK (HPT) DI BPTU ACEH

Share This Post:

Pengawasan HIjauan Pakan Ternak (HPT) di BPTU Aceh

(Purwanto* dan Hafidz**)

Perubahan nomenklatur Balai Pembibitan Ternak Unggul Sapi Aceh di BPTU-HPT ACEH. Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 56/Permentan/OT.140/5/2013 tanggal 24 Mei 2013 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pembibitan Ternak Unggul Dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) ACEH bertugas dalam bidang produksi bibit ternak unggul dan produksi dan distribusi benih / bibit hijauan pakan ternak.
Untuk melaksanakan tugas produksi bibit hijauan pakan ternak, yang telah dilakukan BPTU-HPT ACEH adalaha kegiatan berupa penentuan lokasi yang dijadikan kebun rumput penghasil  bibit tanaman hijauan pakan ternak, dan berbagai jenis tanaman yang akan menjadi sumber produksi bibit tanaman hijauan pakan ternak dari BPTU-HPT ACEH.
Bibit tanaman hijauan pakan ternak terdiri dari dua kategori yaitu pertama bibit vegetative berupa : stek, pols, stolon dan kedua bibit generative berupa biji. Jenis tanaman hijauan pakan ternak yang dijadikan sebagai penghasil bibit tanaman hijauan pakan ternak yang utama adalah rumput Raja (King Grass) rumput Brachiaria decumbens (BD)  , dan rumput Brachiaria humidicola (BH) . Dari ketiga jenis rumput ini ditetapkan target kebutuhan, sehingga lokasi kebun rumput yang sudah ada menjadi kebun bibit penghasil bibit rumput Raja berupa stek, bibit rumput BD berupa pols dan biji dan bibit rumput BH berupa pols dan biji. Selain ketiga jenis rumput tersebut, dari lokasi kebun koleksi juga dikumpulkan biji rumput benggala cv. Purple Guinea dan cv. Riversdale. Selain produksi bibit rumput, dari lokasi padang penggembalaan, kebun rumput, dan kebun koleksi juga dikumpulkan biji leguminosa Stylo.
Dalam proses pemenuhan bibit hijauan pakan ternak yang berkualitas diperlukan kemampuan atau keahlian yang memadai, mengingat alam nusantara yang sangat dipengaruhi oleh dampak perubahan  iklim tropis yang menyebabkan tumbuh dan berkembangnya tanaman membutuhkan lingkungan tumbuh dengan persyaratan tertentu. Walaupun belum banyak rekayasa teknologi yang dilakukan namun pembijian dan tumbuhnya tunas bibit sangat bergantung musim. Apabila penanganan dan pengelolaan pemanfaatan musim ini tidak tepat, maka target pemenuhan kebutuhan pakan hijauan ternak sesuai permintaan tidah akan terpenuhi. Dampak dari kondisi yang demikian akan merugikan penyedia komoditas daging yang tidak dapat melayani permintaan, dan akan membuka peluang import dari luar negeri.
Peningkatan pelayanan BPTU-HPT Aceh dilakukan dengan pengelolaan Koleksi Hijauan pakan Ternak meliputi:
Rumput Raja (King Grass)/ Pennisetum purpurhoides. Tanaman rumput Raja sebagai sumber bibit dalam bentuk stek. Luas tanaman rumput Raja yang disediakan sebagai sumber bibit seluas dua hektar. Dari luas lahan tersebut perkiraan produksi bibit dalam bentuk stek adalah sebanyak 1.000.000 stek. Dasar perhitungan : tiap rumpun terdapat 10 batang, dari tiap batang dapat diambil 5 stek. Dengan demikian jumlah bibit yang tersedia adalah 2 ha x 10.000 rumpun x 10 batang x 5 stek = 1.000.000 stek.
Rumput BD (Brachiaria decumbens), Tanaman rumput BD sebagai sumber bibit dalam bentuk pols dan biji. Biji BD sebagai sumber bibit Pols BD sebagai sumber bibit.
Luas tanaman rumput BD yang disediakan sebagai sumber bibit seluas satu hektar. Rumput BD diharapkan dapat memberikan hasil bibit dalam bentuk pols dan biji. Dari luas lahan tersebut perkiraan produksi bibit dalam bentuk pols adalah sebanyak 1.500.000 plos. Perhitungan ketersediaan bibit BD dalam bentuk pols adalah dengan menghitung jumlah pols yang dapat diperoleh dari luas 1 m2, dimana dari luas 1 m2 tanaman BD dapat diperoleh bibit BD sebanyak 150 pols. Dengan demikian jumlah produksi bibit BD yang dapat diproduksi adalah 1 ha x 10.000 m2 x 150 pols = 1.500.000 pols. Jumlah ini mampu ditingkatkan bergantung tingkat permintaan konsumen
Rumput BH, (Brachiaria humidicola), Tanaman rumput BH sebagai sumber bibit dalam bentuk pols dan biji. Biji BH sebagai sumber bibit Polos BH sebagai sumber bibit.  Luas tanaman rumput BH yang disediakan sebagai sumber bibit seluas 0,75 hektar. Rumput BH diharapkan dapat memberikan hasil bibit dalam bentuk pols dan biji. Dari luas lahan tersebut perkiraan produksi bibit dalam bentuk pols adalah sebanyak 1.125.000 pols. Perhitungan ketersediaan bibit BH dalam bentuk pols adalah dengan menghitung jumlah pols yang dapat diperoleh dari luas 1 m2, dimana dari luas 1 m2 tanaman BH dapat diperoleh bibit BH sebanyak 150 pols. Dengan demikian jumlah produksi bibit BH yang dapat diproduksi adalah 0,75 ha x 10.000 m2 x 150 pols=1.125.00 pols.
Rumput Benggala/Pannicum maximum. Cv. Purple Guinea, Tanaman rumput Benggala sebagai sumber bibit dalam bentuk pols dan biji. Tanaman rumput Benggala (Pannicum maximum) cv Purple Guinea merupakan tanaman yang ada di kebun koleksi. Tanaman ini akan dibudi-dayakan di masa yang akan datang untuk memproduksi biji dan pols sebagai sumber bibit.
Rumput Benggala/Pannicum maximum. Cv. Riversdale, Tanaman rumput Benggala sebagai sumber bibit dalam bentuk pols dan biji. Tanaman rumput Benggala (Pannicum maximum) cv Purple Guinea merupakan tanaman yang ada di kebun koleksi. Tanaman ini akan dibudi-dayakan di masa yang akan datang untuk memproduksi biji dan pols sebagai sumber bibit.
Legume Stylo, Stylosanthes guianensis. Tanaman rumput Benggala sebagai sumber bibit dalam bentuk pols dan biji. Tanaman leguminosa Stylo merupakan tanaman yang ada di kebun koleksi dan juga tersebar di padang penggembalaan yang ada di BPTU-HPT Aceh. Tanaman ini akan dibudidayakan di masa yang akan datang untuk memproduksi biji sebagai sumber bibit.
Sebagai lembaga penyedia bibit hijauan yang berkualitas, sekaligus menjalankan fungsi pengawasan di lapangan untuk menghindari penyalahgunaan pakan hijauan yang kurang tepat dan akan menyebabkan masalah pada pertumbuhan ternak, juga peran Balai Pembibitan Ternak Unggul Dan Hijauan Pakan Ternak Aceh adalah mengedukasi masyarakat agar mampu memilih jenis dan jumlah ransum yang tepat. Pengawasan pakan perlu dilakukan karena makin banyaknya laporan masyarakat perkotaan konsumen daging dan telur yang meragukan jenis dan komposisi pakan ternak penghasil daging yang akan membahayakan kesehatan dalam jangka panjang.
Sudah menjadi kewajiban berdasarkan dengan tugasnya terus berusaha untuk meningkatkan produksi bibit hijauan pakan ternak baik dalam bentuk stek/pols maupun biji. Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan bibit hijauan  pakan ternak sebagaimana disebutkan di atas, akan dilayani sesuai dengan ketersediaan bibit. Pemesan dapat menghubungi pada alamat berikut ini: BPTUHPT Aceh, Jl. Raya Dolok Sanggul Km. 1,5. Siborongborong dan  Ir.Yulianus Telaumbanua, HP : 08126351021.

*Petugas Teknis Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan Kabupaten Probolinggo
**Pramu Gudang BPTU – HPT  Indrapuri – ACEH

Share This Post: