Divisi Penyuluhan Pertanian Sebagai Salah Satu Pemberdaya Sumber Daya Manusia Pertanian

Share This Post:

Divisi Penyuluhan Pertanian Sebagai Salah Satu Pemberdaya Sumber Daya Manusia Pertanian

(seminggu meliput aktivitas sebagai mahasiswa KKP di BBPP Batu)

Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu merupakan salah satu lembaga pemberdayaan sumber daya manusia, terutama pada sektor pertanian, khususnya sub sektor peternakan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian dan dibina oleh Kepala Pusat Pelatihan Pertanian. Salah satu divisi yang melakukan pemberdayaan sumber daya manusia pertanian, secara berkala adalah Divisi Penyuluhan, di wilayah kota Batu dan Kabupaten Malang yang dekat dengan kantor BBPP Batu.

Pada tahun 2O17 ini, Divisi Penyuluhan memiliki beberapa kegiatan jangka pendek seperti Pemberdayaan atau pendampingan Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K), Gerakan Tanam (Gertam) 1O.OOO tanaman Cabai, Pemberdayaan Kelompok Tani (Poktan), dan bedah materi untuk persiapan diklat fungsional penyuluhan pertanian.

Kegiatan Pemberdayaan BP3K dan Pemberdayaan Poktan kini tengah berjalan. BP3K merupakan lembaga penyuluhan pertanian, perikanan, kehutanan ditingkat Kecamatan yang merupakan lembaga non struktural yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Badan/Dinas Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten/Kota. Sedangkan Poktan adalah kumpulan petani/peternak/pekebun yang dibentuk oleh para petani atas dasar kesamaan kepentingan, kesamaan kondisi lingkungan sosial, ekonomi, dan sumberdaya, kesamaan komoditas, dan keakraban untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha anggota (Peraturan Menteri Pertanian Nomor 67/Permentan/SM.050/12/2016). Perlunya diberlakukan pemberdayaan untuk menumbuhkembangkan poktan dalam meningkatkan usahataninya dan meningkatkan kemampuan poktan dalam melaksanakan fungsinya. Salah satu cara pemberdayaan petani adalah dengan kegiatan penyuluhan dan pelatihan yang diadakan oleh lembaga penyuluhan, lembaga diklat /BBPP yang mengemban amanat menyelenggarakan diklat penyuluhan dengan membentuk  divisi Penyuluhan Pertanian.

Guna menyesuaian jadwal pengajuan proposal Kuliah Kerja Profesi mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional dari Surabaya yang pelaksanaan kegiatannya dimulai pada tanggal 17 Juli s.d 7 Agustus 2017, maka pemberdayaan poktan berupa penggalian data base, pertemuan kelompok tani, konsultasi pengurus Poktan dalam pelaksanaan pengelolaan usaha, dan lainnya dapat dibuat jadwal yang sama bagi mahasiswa tersebut, yaitu 17 Juli s.d 7 Agustus 2O17. Pemberdayaan BP3K dilakukan mulai tanggal 17 Juli s.d 7 Agustus 2017. Kegiatan tersebut akan dilakukan di beberapa daerah seperti Tuban, Malang, dan Banyumas dengan langkah awal mulai penggalian data base penyuluhan, hingga ditemukan kebutuhan diklat bagi penyuluh pertanian berdasarkan masalah diskrepansi kerja yang disebabkan oleh kesenjangan pengetahuan, ketrampilan dan sikap kerja yang belum memenuhi standar.

Selain itu ada pula Gerakan Nasional Penanaman Cabai (Gertam Cabai) yaitu, gerakan yang mengajak masyarakat menanam cabai di lahan pekarangan. Penanaman ditargetkan sekitar 60 juta bibit cabai akan ditanam pada 10,3 juta Ha lahan pekarangan di seluruh Indonesia. Gertam cabai diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan berkelanjutan akan cabai di tingkat rumah tangga sekaligus untuk mengatasi tingginya fluktuasi harga cabai yang terjadi setiap tahun. Porsi yang ditargetkan BBPP Batu di wilayah Malang Raya adalah 10.000 bibit tanaman, namun pelaksanaanya jumlah yang ditanam lebih banyak karena terintegrasi dengan program dinas pertanian di kota Batu, Malang, Kabupaten Malang dan pengadaan Desa menggunakan dana alokasi Desa (ADD).

Keterlibatan Widyaiswara komptensi Penyuluhan Pertanian pada pelaksanaan Diklat Dasar Terampil dan Dasar Ahli bagi jabatan fungsional pengawas Mutu Pakan Ternak. Diklat ini dibuka 2 kelas Paralel, mulai tanggal 17 s.d 6 Agustus.

image5

Para peserta diklat aktif dalam proses pembelajaran. Adanya kemauan untuk belajar, memperhatikan, dan mencatat materi yang disampaikan oleh narasumber/widyaiswara memperlancar pencapaian target dilakukannya diklat untuk menghasilkan sumber daya manusia yang profesional.

Dalam proses pembelajaran para peserta juga aktif untuk bertanya dan berdiskkusi ketika diberikan tugas kelompok. Dengan adanya tugas per kelompok, diharapkan para peserta sama rata aktif tanpa didominasi beberapa saja. Selain itu, sarana dan prasarana yang ada menunjang proses kegiatan diklat. Pembelajaran menggunakan pendekatan paedagogy disampaikan secara siklus pengalaman yang dikenal dengan experiencing learning cycles (ELC) dengan penjabaran proporsi waktu per 4 jam pembelajaran @ 45 menit sebagai berikut:

Proses Pembelajaran

Gambar: proses pembelajaran ELC bagi orang dewasa

Diharapkan penggunaan ELC, lebih memacu minat, yang memberikan suasana menyenangkan dinamis dan mampu meningkatkan produktivitas pembelajaran, transformasi pengetahuan dan inovasi teknologi. Apabila kualitas pembelajaran baik, alumni tidak hanya mengedukasi materi untuk sarana aplikasi di wilayah kerja, melainkan dari sisi pelayanan serta membangun lingkungan tempat bekerja yang akhirnya dapat memperbaiki produktivitas dan peningkatan kinerja.

(Erdikasani Fauzia Masyur dan Tri Handajani)

Share This Post: