Menentukan Jenis Usaha

Share This Post:

PENDAHULUAN

 Latar Belakang

Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu – Jawa Timur merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis Badan Pengambangan Penyuluhan dan SDM Pertanian Kementerian Pertanian. Divisi Produksi Ternak Perah dalam salah tugas fungsinya melaksanakan pelatihan dengan materi diklat salah satunya adalah Pemasaran hasil ternak Sapi Perah. Selain teknis budidaya ternak sapi perah divisi Produksi Ternak Perah juga membekali peserta tentang kemampuan berwira usaha bagi masysrakat pertanian didalamnya termasuk para petani muda.

Sebagai upaya meningkatkan kualitas bahan ajar/ modul pembelajaran sebagai jawaban terhadap perkembangan teknologi dan permintaan konsumen, Dalam Diklat Kewira usahaan bagi Petani Muda Tahun 2014, kami menyiapkan dan menyajikan materi Menentukan jenis usaha, semoga bermanfaat.

Deskripsi Singkat

Mata Diklat ” Menentukan Jenis Usaha” ini mendefinisikan dan menjelaskan tentang; Pengamatan Pasar, menentukan Jenis Usaha, menentukan Besar Usaha, pengaturan Produksi dan Penyediaan Barang Dagangan, penentuan Harga Jual, membuat atau Membeli Produk, menjual Barang, cara Memperkenalkan Barang, promosi dan Distibusi Barang dan perluasan secara baik dan benar.

Manfaat Modul bagi Peserta

Modul mata Diklat Menentukan Jenis Usaha” ini diharapkan menjadi acuan bagi fasilitator/Widyaiswara dalam tentang; Pengamatan Pasar, menentukan Jenis Usaha, menentukan Besar Usaha, pengaturan Produksi dan Penyediaan Barang Dagangan, penentuan Harga Jual, membuat atau Membeli Produk, menjual Barang, cara Memperkenalkan Barang, promosi dan Distibusi Barang dan perluasan

  1. Tujuan Pembelajaran
  2. Kompetensi Dasar

Setelah selesai pembelajaran, peserta diharapkan mampu memahami, menjelaskan tahapan dalam menentukan Jenis Usaha” meliputi ; Pengamatan Pasar, menentukan Jenis Usaha, menentukan Besar Usaha, pengaturan Produksi dan Penyediaan Barang Dagangan, penentuan Harga Jual, membuat atau Membeli Produk, menjual Barang, cara Memperkenalkan Barang, promosi dan Distibusi Barang dan perluasansecara baik dan benar.

Indikator Keberhasilan

Setelah selesai pembelajaran, peserta diharapkan dapat:

  1. menjelaskan pengamatan pasar
  2. menentukan jenis usaha
  3. menentukan besar usaha
  4. pengaturan produksi dan Penyediaan Barang Dagangan
  5. penentuan harga jual
  6. membuat atau membeli produk
  7. menjual barang
  8. cara memperkenalkan barang
  9. promosi dan distibusi barang dan
  10. perluasan

Pokok Bahasan dan Sub Pokok Bahasan

Pokok bahasan dan sub pokok bahasan mengacu pada tujuan pembelajaran yang sudah disusun, materi pokok untuk Mata Diklat ” Menentukan Jenis Usaha” adalah :

Pokok Bahasan :

Pokok Bahasan dalam memahami materi “Menentukan Jenis Usaha” adalah ;

  1. Pengamatan Pasar
  2. Menentukan Jenis Usaha
  3. Penentuan Harga Jual
  4. Promosi dan Distibusi Barang

Sub Pokok Bahasan

  1. pengamatan Pasar
  2. menentukan Jenis Usaha
  3. menentukan Besar Usaha
  4. pengaturan Produksi
  5. penyediaan barang dagangan
  6. penentuan Harga Jual
  7. membuat atau membeli produk
  8. menjual barang
  9. promosi
  10. distibusi barang dan perluasan

Petunjuk Belajar

Kepada para peserta pelatihan, saudara sebagai pembelajar, dan agar dalam proses pembelajaran Mata Diklat “Menentukan Jenis Usaha ” dapat berjalan efektif sehingga tujuan pembelajaran tercapai, kami mengajak dan sarankan untuk mengikuti langkah-langkah pembelajaran sebagai berikut:

  1. Bacalah secara cermat, pahami tujuan pembelajaran pada setiap awal bab.
  2. Pelajari setiap bab/pokok bahasan – sub pokok bahasan secara berurutan
  3. Kerjakan secara sungguh-sungguh dan tuntas evaluasi pada akhir bab.
  4. Keberhasilan proses pembelajaran dalam mata diklat ini tergantung pada kesungguhan anda. diminta, belajarlah secara mandiri dan seksama. Untuk belajar mandiri, anda dapat melakukannya seorang diri, atau berdua, dan berkelompok dengan teman lain yang memiliki pandangan yang sama dengan anda.
  5. Saudara disarankan mempelajari bahan-bahan dari sumber lain seperti yang tertera pada Daftar Pustaka pada akhir modul ini atau referensi yang saudara miliki terkait materi, hindari persaan segan bertanya kepada widyaiswara atau teman yang telah memahami materi ini.

Baiklah, selamat belajar! Semoga anda sukses menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diuraikan dalam Mata Diklat Menentukan Jenis Usaha dan mampu mendukung dalam melaksanakan aktifitas and sehari-hari.

MENENTUJAN JENIS USAHA

Indikator keberhasilan : setelah mengikuti pembelajaran Bab II ini peserta diharapkan mampu menjelaskan menjelaskan pengamatan pasar, menentukan jenis usaha,menentukan besar usaha,pengaturan produksi dan Penyediaan Barang Dagangan, penentuan harga jual,membuat atau membeli produk, menjual barang,cara memperkenalkan barang, promosi dan distibusi barang dan perluasan secara baik dan benar

Pengamatan Pasar

Kegiatan ini adalah untuk mencari dan memperoleh “bahan keterangan mengenai pasaran”, dan yang perlu di perhatikan antara lain:

  1. Barang apa yang masih dapat diserap atau diminta pasar.
  2. Berapa: perhari, perminggu, perbulan, dan seterusnya.
  3. Kapan barang itu diperlukan: tiap hari, musiman?
  4. Bagaimana cara penyampaiannya: diambil, diantar, lewat perantara.
  5. Suasana persaingan: berat, ringan?
  6. Berapa dan siapa yang dapat menjadi atau merupakan pembeli langsung.

Menentukan Jenis Usaha

Ada dua pilihan dalam menentukan jenis usaha:

  1. Mengatur potensi usaha sesuai dengan kebutuhan pasar, selama kebutuhan telah diketahui.
  1. Menciptakan jenis kebutuhan pasar, sesuai dengan potensi usaha.

 Menentukan Besar Usaha

Besarnya produksi ditentukan diantara jumlah terendah dan jumlah tertinggi dari hasil pengamatan pasar. Jumlah terakhir itu akan pengaruhi oleh:

  1. Lama proses produksi
  2. Lama pelemparan barang
  3. Penekanan biaya
  4. Permintaan pasar
  5. Kelancaran pembayaran
  6. Persaingan

Pengaturan Produksi dan Penyediaan Barang Dagangan

Pelanggan berbeda dalam minat dan seleranya, maka untuk melayani mereka perlu dipertimbangkan:

  1. Kemungkinan membuat barang yang sama namun dalam bentuk dan warna yang berbeda.
  1. Sesuai dengan permintaan barang.
  2. Memproduksi dengan barang yang baru sama sekali.

Penentuan Harga Jual

Penentuan harga jual tergantung kepada:

  1. Keuntungan minimal harus sama dengan bunga modal.
  2. Daya beli konsumen.
  3. Harga umum dan persaingan.
  4. Komisi agen-agen.
  5. Cara pembayaran.

Membuat atau Membeli Produk

Setelah suatu jenis usaha dapat ditentukan dan akan dilaksanakan, ada pertimbangan lain yang masih perlu dipikirkan:

  1. Apakah keseluruhan proses pembuatan produk yang akan dijual ditangani oleh  usaha sendiri.
  1. Apakah ada sebagian proses tersebut yang dipercayakan kepada pengusaha lain. Usaha yang dilaksanakan membeli barang setengah jadi ataupun sama sekali barang jadi dari pengusaha lain.

Untuk menentukan pilihan tersebut ada beberapa faktor yang yang perlu diperhatikan:

  1. Kemampuan modal si pengusaha;
  2. Jumlah tenaga dan mutunya;
  3. Keadaan pasar;
  4. Keuntungan;
  5. Tempat dan fasilitas atau kemudahan yang ada.

Menjual Barang

Dalam kegiatan menjual barang ini ada tiga hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

  1. Bagiamana mengetrapkan kepenjualan yang baik.
  2. Bagaiman melayani umum dengan baik.
  3. Bagaimana membentuk hubungan baik dengan pasar.
  1. Cara Memperkenalkan Barang, Promosi dan Distribusi Barang
  2. Cara Memperkenalkan Barang

Tujuan utama kegiatan ini adalah agar calon pembeli tahu dan selanjutnya diharapkan suka membeli barang-barang yang ditawarkan. Perlu diusahakan cara-cara:

  1. Mengingatkan mereka pada barang itu dan bahwa mereka membutuhkan.
  2. Menonjolkan ciri daan kegunaan barang tersebut serta dimana barang itu dapat diperoleh.

Promosi

Sasaran yang dituju oleh setiap pengusaha ialah lakunya barang atau jasa yang dihasilkan atau ditawarkan. Motif pembelian adalah pengaruh-pengaruh atau pertimbangan-pertimbangan yang mendorong atau membuat seseorang membeli barang tertentu atau membeli dari penjual barang tertentu. Motif pembelian dapat digolongkan menjadi dua macam:

  1. Motif Emosional
  2. Motif Rasional

Cara-cara promosi yang sering digunakan dan terbukti keberhasilannya, diantaranya:

  1. Potongan harga
  2. Penjulan kredit
  3. Pemberian contoh barang
  4. Pameran-pameran
  5. Undian dan dan pemberian kupon
  6. Membuat iklan dan reklame
  7. Menjadi sponsor

Cara-cara pendekatan untuk melanjutkan promosi, melalui tahap-tahap pendekatan di bawah ini, yaitu:

  1. Menetapkan siapa yang akan dijadikan sasaran promosi.
  2. Berapa biaya yang disediakan untuk promosi?
  3. Cara apa asaja yang ditempuh untuk promosi?
  4. Media dan sarana promosi yang dipilih.
  5. Melaksanakan promosi.
  6. Menilai hasil-hasil promosi.

Distribusi Barang

Distribusi adalah pelaayanan penjualan sampai ke alamat pembeli dan terurus beres. Alamat pembeli dalam hal ini: pembeli langsung, pengecer, agen-agen,dll. Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam memilih dasar saluran distribusi:

  1. Struktur pasar yang akan dimasuki. Siapa dan berapa yang akan menjadi pembeli langsung.
  2. Sifat produk yang akan dijual. Produk dapat dijual langsung atau harus lewat agen atau pengecer atau keduanya. Menurut Singgih Wibowo ada empat pilihan strategi pemasaran yang dikenal, yaitu:
  3. Penetrasi pasar
  4. Perluasan pasar
  5. Pengembangan produk
  6. Diversifikasi pasar

Perluasan Pasar

Pemikiran mengenai perluasan usaha ini akan muncul manakala permintaan pasaran atas barang tertentu meningkat. Masalah pemasaran yang perlu dipertimbangkan dalam menyusun perencanaan pengembangan usaha adalah:

  1. Kemampuan usaha dalam hal: penyediaan bahan baku, cara memproduksi barang, cara memasarkan hasil.
  2. Pengusaha perlu lincah dan terampil memperkirakan dan mengatasi penyimpangan perencanaan usaha yang mungkin terjadi.

Uraian mengenai perluasan usaha ini sangat penting karena perusahaan kecil yang mulanya sukses justru mengalami kemacetan setelah berkembang. Menurut pengamatan ada banyak faktor yang menyebabkan, diantaranya sbb:

  1. Perkembangan yang terlalu mendadak tanpa diikuti peningkatan sikap dan kemampuan pengolahan dari pengusaha dan aparatnya.
  2. Dengan makin menuanya umur pemilik perusahaan kepemimpinan menua.
  3. Tidak melakukaan persiapan jauh-jauh dari sebelumnya sehingga sewaktu perkembangan itu datang persiapan tidak ada.
  4. Terlambat mengadakan pembaharuan baik dibidang produksi, teknik kerja, pengelolaan maupun pemasarannya sehingga akhirnya kalah dalam persaingan.
  5. Terlambat mengadakaan penyesuaian-penyesuaian dengan sikon yang sedang berlaku.
  6. Lupa daratan, mabuk kepayang ikut terjun dalam kegiataan gengsi-gengsian yang tidak ada hubungannya

Ada lima jenis kegiatan promosi, antara lain : (Kotler, 2001:98-100)

  1. Periklanan (Advertising), yaitu bentuk promosi non personal dengan menggunakan berbagai media yang ditujukan untuk merangsang pembelian.
  2. Penjualan Tatap Muka (Personal Selling), yaitu bentuk promosi secara personal dengan presentasi lisan dalam suatu percakapan dengan calon pembeli yang ditujukan untuk merangsang pembelian.
  3. Publisitas (Publisity), yaitu suatu bentuk promosi non personal mengenai, pelayanan atau kesatuan usaha tertentu dengan jalan mengulas informasi/berita tentangnya (pada umumnya bersifat ilmiah).
  4. Promosi Penjualan (Sales promotion), yaitu suatu bentuk promosi diluar ketiga bentuk diatas yang ditujukan untuk merangsang pembelian.
  5. Pemasaran Langsung (Direct marketing), yaitu suatu bentuk penjualan perorangan secara langsung ditujukan untuk mempengaruhi pembelian konsumen.

Rossiter dan Percy (dalam Tjiptono, 2002:222) mengklasifikasikan tujuan promosi sebagai efek dari komunikasi sebagai berikut :

  1. Menumbuhkan persepsi pelanggan terhadap suatu kebutuhan (category need).
  2. Memperkenalkan dan memberikan pemahaman tentang suatu produk kepada konsumen (brand awareness).
  3. Mendorong pemilihan terhadap suatu produk (brand attitude).
  4. Membujuk pelanggan untuk membeli suatu produk (brand purchase intention).
  5. Mengimbangi kelemahan unsur bauran pemasaran lain (purchase facilitation).
  6. Menanamkan citra produk dan perusahaan (positioning).

Promosi merupakan sebuah kebutuhan yang cukup penting dalam sebuah usaha bisnis. Upaya promosi yang Anda lakukan melalui sebuah usaha bisnis akan berpengaruh besar terhadap perkembangan usaha bisnis yang Anda kelola.

Bisa jadi produk yang Anda hasilkan adalah produk yang bernilai kualitas biasa, namun karena upaya promosi yang Anda lakukan berjalan maksimal, bisa jadi tingkat penjualan yang Anda peroleh berada di atas sebuah produk yang kualitasnya di atas kualitas barang produksi Anda.

Demikian juga sebaliknya, meskipun nilai kualitas produk usaha Anda sangat tinggi, apabila tidak dilakukan upaya promosi yang maksimal, maka bisa jadi orang tidak tahu, dan penjualan Anda pun biasa saja.

Para pengusaha yang mengerti urgensi atau pentingnya sebuah upaya promosi, maka ia akan melakukan beragam cara kreatuf untuk melakukan kegiatan tersebut. Promosi perlu dilakukan dengan cara-cara kreatif agar para pelanggan tidak bosan dengan gaya berjualan Anda. Upaya promosi yang kreatif juga akan bisa mendatangkan para pelanggan baru. Hal terpenting juga adalah bagaimana Anda selalu gencar melakukan kegiatan promosi.

Tingkat popularitas penggunaan jejaring sosial di internet yang terus melambung juga memberi kesempatan dan peluang untuk Anda para pengelola usaha bisnis untuk melakukan kegiatan promosi bisnis secara lebih mudah dan efisien lagi. Promosi melalui dunia maya dinilai cukup efektif, murah dan praktis. Bagi Anda para pengelola usaha bisnis, saatnya kini merambah internet sebagai salah satu sarana promosi paling murah dan terbukti mampu mendatangkan pelanggan dalam jumlah besar.

PENUTUP

Selamat! Anda telah mempelajari mata diklat “pemasaran hasil produksi sapi perah“ dengan sukses. Selanjutnya, untuk mengakhiri modul ini, anda kami persilakan untuk mencermati sekali lagi rangkuman yang merupakan intisari materi yang telah kita pelajari.

  1. Pengamatan Pasar ; Kegiatan ini adalah untuk mencari dan memperoleh “bahan keterangan mengenai pasaran”,
  2. Menentukan Jenis Usaha ; Ada dua pilihan dalam menentukan jenis usaha :. mengatur potensi usaha sesuai dengan kebutuhan pasar, selama kebutuhan telah diketahui dan menciptakan jenis kebutuhan pasar, sesuai dengan potensi  usaha.
  3. Motif pembelian adalah pengaruh-pengaruh atau pertimbangan-pertimbangan yang mendorong atau membuat seseorang membeli barang tertentu atau membeli dari penjual barang tertentu. Motif pembelian dapat digolongkan menjadi dua macam: Motif Emosional dan Motif Rasional
  1. Cara-cara promosi yang sering digunakan dan terbukti keberhasilannya, diantaranya: potongan harga, penjulan kredit, pemberian contoh barang, pameran-pameran, undian dan dan pemberian kupon, membuat iklan dan reklame, enmjadi sponsor

 

DAFTAR PUSTAKA

Daftar Pustaka:

Basuswasta, ,ManajemenPemasaran, BPFE, Yogjakarta 2000

Philip Kotler, manajemen Pemasaran, Jilid II Prenhallindo Jakarta, 1999

William J. Stanton, Prinsip Pemasaran, Erlangga , Jakarta, 1985

BIODATA PENULIS

wasis sarjono

Wasis Sarjono. S.Pt.M.Si

Lahir di Klaten – Jawa Tengah, 13 November 1964 lima bersaudara putra Bapak Salim dan Ibu Ngatirah, penulis menyelesaikan pedidikan terakhir di Universitas Diponegoro di Fakultas Peternakan Pasca Sarjana, dengan spesialisasi Sosial ekonomi selesai tahun 2007. Karier penulis dimulai menjadi Penyuluh Pertanian sejak 1987 sampai tahun 2003 di Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara, tahun 2003 – 2007 bertugas sebagai Fasilitator di Balai Diklat Pertanian (BDP) Provinsi Sulawesi Tenggara, 2007 – 2012 bertugas sebagai Widyaiswara di Badan Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Sulawesi Tenggara dan tahun 2012 sampai sekarang bertugas sebagai Widyaiswara di divisi Produksi Ternak Perah Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu – Jatim, serta sementara mengikuti Program Doktor di Universitas Brawijaya Malang.

Share This Post: