Stok Daging Sapi Untuk Puasa dan Lebaran Aman

Share This Post:

Stok Daging Sapi Untuk Puasa dan Lebaran Aman

daging-sapi-beku-550x291

JAKARTA. Keresahan para pebisnis daging sapi, mulai importir, distributor, pedagang pengecer maupun industri olahan akan kelangkaan dan lonjakan harga daging selama puasa dan lebaran akhirnya direspon pemerintah.
Kementerian Pertanian (Kemtan) menyatakan kebutuhan daging sapi pada tiga bulan ke depan masih dapat dipenuhi dari ketersediaan sapi lokal dan feedloter atau tempat penggemukan sapi, sehingga tidak ada tambahan kuota daging sapi impor.
Direktur Budidaya Ternak Kemtan, Fauzi Luthan mengatakan, stok sapi di feedloter, di empat provinsi membuat pemerintah optimistis kebutuhan daging selama puasa dan lebaran aman. “Kami juga selalu meng-update data ketersediaan sapi di feedloter maupun peternak. Saat ini, kami yakin kebutuhan daging masih aman,” imbuhnya.

Selain pasokan sapi dari feedloter, pemerintah juga berupaya mengoptimalkan sapi-sapi lokal di delapan provinsi yang merupakan sentra peternakan sapi dan kerbau. Pemerintah mengklaim, seluruh provinsi penghasil sapi tersebut telah berhasil melakukan swasembada daging sapi.
Data pemerintah menunjukkan, Nusa Tenggara Barat masih surplus sapi siap potong cukup untuk tiga bulan ke depan, yakni sebanyak 86.106 ekor atau setara 17.996 ton daging. Populasi sapi di Nusa Tenggara Timur juga surplus sebanyak 13.454 ekor sapi atau setara 2.193 ton.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kemtan, Syukur Iswantoro menambahkan, pemerintah telah mendata jumlah kebutuhan dan persedian daging sapi di seluruh daerah di Tanah Air. Hitungan pemerintah, ada tiga provinsi yang defisit daging sapi dalam tiga bulan ke depan. “Di daerah lainnya antara suplai dan kebutuhan relatif seimbang,” kata dia. Di Provinsi DKI Jakarta, selama satu kuartal mendatang butuh sapi 15.960 ton namun ketersediaan pasokan daging hanya 5.000 ton sehingga defisit daging sebanyak 10.960 ton. Dua provinsi lain yang juga defisit daging adalah Banten sebanyak 2.577 ton dan Jawa Barat, 3.562 ton.
Pemerintah pun meyakinkan, kekurangan daging sapi di tiga provinsi tersebut masih bisa dipenuhi dengan surplus populasi sapi dari daerah lain. “Dari Jawa Timut yang surplus 17.996 ton dan Jawa Tengah yang surplus daging sebesar 7.436 ton,” jelasnya.
Nah, jumlah ketersediaan daging sapi bisa ditambah sebanyak 7.369 ton atau Bali sebanyak 7.317 ton. Alhasil, daging sapi di Indonesia selama tiga bulan ke depan masih akan surplus 41.128 ton.
Suplai yang cukup, membuat harga daging sapi masih stabil, yakni di kisaran Rp 24.000 hingga Rp 27.000 per kg. Sementara, untuk daging sapi jenis premium mencapai Rp 70.000 per kg dan daging sapi kualitas di bawahnya antara Rp 60.000 hingga Rp 65.000 per kg.

Johny Liano, Direktur Eksekutif Asosiasi Produsen Daging dan Feedlot Indonesia (Apfindo), menyatakan, Apfindo telah menyiapkan secara khusus persediaan sapi siap potong. “Kami memiliki stok sapi sekitar 125.000 ekor untuk kebutuhan puasa dan lebaran,” kata dia, Sabtu (16/6).

Meski begitu, kebutuhan masyarakat maupun industri olahan tidak seluruhnya dapat dipenuhi oleh persediaan sapi siap potong yang ada di feedloter. Maklum, terpenuhinya permintaan daging juga tergantung dengan keberadaan sapi lokal yang ada di peternak serta ketersediaan daging sapi impor. Pada awal Juni ini, jumlah sapi siap potong di 26 unit feedloter mencapai 146.875 ekor, setara 35.646 ton daging sapi. Rinciannya, sebanyak 122.605 ekor sapi bakalan impor, sedangkan sisanya berasal dari sapi bakalan lokal.

Sumber : Kontan.co.id.

 

 

 

Share This Post: