Mengenal Vitamin C

Mengenal Vitamin C

 

                Vitamin merupakan golongan senyawa organik pelengkap makanan yang diperlukan oleh tubuh. Vitamin memiliki peran sangat penting bagi pertumbuhan, pemeliharaan kesehatan dan   pemeliharaan fungsi-fungsi metabolisme agar berjalan baik. Vitamin diperlukan oleh tubuh dalam jumlah yang sedikit, tidak memberikan energi dan tidak ikut menyusun jaringan tubuh. Vitamin tidak dapat disintesis dalam jumlah yang mencukupi untuk tubuh sehingga harus diperoleh dari bahan pangan yang dikonsumsi.

                Vitamin C dikenal dengan nama kimia dari bentuk utamanya yaitu asam askorbat. Vitamin ini berhasil diisolasi untuk pertama kalinya pada tahun 1928. Sumber utama vitamin C adalah buah dan sayur. Satu-satunya sumber hewan vitamin C ialah susu dan hati (deMan, 1997).

                Tahun 1932 ditemukan bahwa vitamin C merupakan agen yang dapat mencegah sariawan. Albert Szent Gyorgyi menerima penghargaan Nobel Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 1937 untuk penemuan ini.

                Banyak peneliti menjuluki vitamin C (asam askorbat) sebagai raja vitamin. karena merupakan senyawa utama yang dibutuhkan dalam berbagai proses penting dalam tubuh, mulai dari produksi kolagen (protein berserat yang membentuk jaringan ikat pada tulang), pengangkut lemak, pengangkut elektron dari berbagai reaksi enzimatik, pemacu gusi yang sehat (antisariawan), pengatur tingkat kolesterol, serta pembangkit imunitas tubuh. Vitamin C terbukti dapat mempertinggi derajat kesehatan, mengobati, serta membentengi tubuh dari serbuan aneka penyakit atau disebut dengan antibodi (Rucker et al., 2001).

                Vitamin C juga berfungsi sebagai senyawa penangkal radikal bebas (molekul tidak stabil karena kehilangan elektron). Beberapa di antara radikal bebas itu bersifat toksik dan sangat reaktif. Radikal bebas melakukan serangkaian reaksi kimia untuk mengganti elektron yang hilang. Reaksi ini menyebabkan kerusakan pada membran sel, mutasi DNA, mempercepat ketuaan dan   penumpukan lemak. Hal tersebut dapat dicegah, diobati dan didetoksifikasi dengan mengkonsumsi vitamin C yang merupakan salah satu bentuk antioksidan (Rucker et al., 2001).

                Yayasan Kanker Internasional pada tahun 1997 melaporkan manfaat vitamin C dan karoten untuk membantu mencegah kanker paru-paru. Vitamin C ini dimungkinkan juga dapat melawan kanker kolon, pankreas, kandung kemih dan   payudara, serta mengurangi radikal bebas yang merupakan pencetus kanker. Vitamin C sangat esensial untuk pembentukan sperma. Kualitas dan kuantitas sperma serta aktivitasnya dapat ditingkatkan dengan menambah konsumsi vitamin C. Vitamin C dapat mengurangi risiko katarak, memperkuat dinding kapiler darah dan   mengurangi risiko penyakit jantung. Vitamin C juga dapat menghambat penuaan dengan memperbarui sel darah putih.

                Kekurangan (defisiensi) vitamin C dapat menyebabkan berbagai penyakit, diantaranya lemah/letih, sakit-sakit/pegal-pegal pada tubuh, pembengkakan gusi dan hidung berdarah. Kekurangan vitamin C juga dapat menyebabkan anemia dan scurvy atau pendarahan pada badan, lebam-lebam, gusi berdarah, gigi mudah tercabut,.dan pendarahan di dalam otot dan sendi (Rucker et al., 2001).

                Vitamin C terdapat dalam semua jaringan hidup, yang bertugas mempengaruhi reaksi oksidasi-reduksi. Primata yang tidak dapat mensintesis vitamin C hanya manusia dan marmor. Kebutuhan manusia akan vitamin C tidak diketahui dengan pasti, berkisar antara 45-75 mg/hari. Ketegangan jiwa yang terus menerus dan terapi obat dapat meningkatkan kebutuhan vitamin C (deMan, 1997).

                Vitamin C adalah vitamin yang paling tidak stabil dari semua vitamin dan mudah rusak selama pemprosesan dan penyimpanan. Laju kerusakan meningkat karena kerja logam, terutama tembaga dan besi dan   juga oleh enzim. Pemanasan terlalu lama dengan adanya oksigen dan reaksi terhadap cahaya dapat merusak vitamin C makanan. Enzim yang mengandung tembaga dan besi dalam gugus prostetiknya merupakan katalis yang efisien untuk menguraikan asam askorbat. Enzim tersbut adalah asam askorbat oksidase, fenolase, sitokrom oksidase dan   peroksidase (deMan, 1997).

                Vitamin C stabil dalam larutan asam dan mudah teroksidasi (terutama bila dipanaskan). Proses oksidasi tersebut semakin cepat dengan adanya tembaga, oksigen dan   alkali. Asam askorbat dioksidasi dengan adanya udara pada kondisi netral dan basa. Kondisi pH asam, misalnya dalam sari buah jeruk, vitamin C lebih stabil (deMan, 1997).

DAFTAR PUSTAKA

Buckle, K.A., R.A. Edwards, W.R. Day, G.H. Fleet dan M Wootton. 1987. Ilmu Pangan. Terjemahan: H. Purnomo dan Adiono. Universitas Indonesia Press, Jakarta.

deMan, J.M. 1997. Kimia Makanan. Terjemahan: K. Padmawinata. Edisi ke-2. Penerbit Institut Teknologi Bandung, Bandung.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1981. Daftar Komposisi Bahan Makanan. Bhratara Karya Aksara, Jakarta.

Rucker R.B., J.W. Suttie, D.B. McCormick and L.J. Machlin. 2001. Hanbook of Vitamins. Marcel Dekker Inc, New York.

Winarno, F.G. 1992. Kimia Pangan dan Gizi. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Winarno, F.G. 1993. Pangan, Gizi, Teknologi dan Konsumen. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Yasni, S. 1996. Keamanan Pangan Fisik dan Kimiawi. Pusat Studi Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Oleh:
Eko Saputro, S. Pt
(Widyaiswara Pertama BBPP Batu)

000-017   000-080   000-089   000-104   000-105   000-106   070-461   100-101   100-105  , 100-105  , 101   101-400   102-400   1V0-601   1Y0-201   1Z0-051   1Z0-060   1Z0-061   1Z0-144   1z0-434   1Z0-803   1Z0-804   1z0-808   200-101   200-120   200-125  , 200-125  , 200-310   200-355   210-060   210-065   210-260   220-801   220-802   220-901   220-902   2V0-620   2V0-621   2V0-621D   300-070   300-075   300-101   300-115   300-135   3002   300-206   300-208   300-209   300-320   350-001   350-018   350-029   350-030   350-050   350-060   350-080   352-001   400-051   400-101   400-201   500-260   640-692   640-911   640-916   642-732   642-999   700-501   70-177   70-178   70-243   70-246   70-270   70-346   70-347   70-410   70-411   70-412   70-413   70-417   70-461   70-462   70-463   70-480   70-483   70-486   70-487   70-488   70-532   70-533   70-534   70-980   74-678   810-403   9A0-385   9L0-012   9L0-066   ADM-201   AWS-SYSOPS   C_TFIN52_66   c2010-652   c2010-657   CAP   CAS-002   CCA-500   CISM   CISSP   CRISC   EX200   EX300   HP0-S42   ICBB   ICGB   ITILFND   JK0-022   JN0-102   JN0-360   LX0-103   LX0-104   M70-101   MB2-704   MB2-707   MB5-705   MB6-703   N10-006   NS0-157   NSE4   OG0-091   OG0-093   PEGACPBA71V1   PMP   PR000041   SSCP   SY0-401   VCP550   M70-101   LX0-104   EX300   70-411   640-911   CAS-002   350-001   JN0-102   9A0-385   70-462   70-178   CISM   3002   220-902   SSCP   c2010-657   300-206   70-246   AWS-SYSOPS   70-534   640-916   ADM-201   LX0-103   74-678   210-065   300-115   642-732   1Z0-060   352-001   1Z0-061   EX300   HP0-S42   ICBB   ICGB   ITILFND   JK0-022   JN0-102   JN0-360   LX0-103   LX0-104   M70-101   MB2-704   MB2-707   MB5-705   MB6-703   N10-006   NS0-157   NSE4   OG0-091   OG0-093