Mengenal beberapa Penyakit yang menyerang Ternak Ruminansia (1)

Mengenal beberapa Penyakit yang menyerang Ternak Ruminansia (1)

 

“Upaya untuk meningkatkan pendapatan petani peternak di pedesaan perlu ditunjang dengan penanggulangan penyakit hewan secara dini”

Beberapa jenis penyakit yang sering menyerang padaternak, cara penyerangan dan penyebarannya serta pengendalian dapat dijelaskan sebagai berikut :

1.Penyakit Bangkai Hitam

Penyakit bangkai hitam (Black Disease) adalah penyakit akut akibat toksin Cl.Novyi yang terisolir di hati. Penyakit ini dapat terjadi pada domba, kambing, sapi, kerbau, babi, kiuda dan juga manusia. Pada sapi dan kerbau dikenal juga sebagai “Infectus necrotic hepatitis atau bacillaryhaemoglobinuria“. Peyakit ini sering dihubungkan dengan adanya migrasi cacing muda di hati terutama cacing hati.


Penyebab penyakit ini adalah Cl. Novyi toksogenik, merupakan bakteri gram positif berbentuk batang, dapat membentuk spora dan bersifat anaerob.Cl.Novyi dapat ditemukan di tanah atau dalam tubuh hewan sehat.


Penyakit ini tidak menular, tetapi hampir semua ternak ruminansia peka.Terjadinya penyakit biasanya berhubungan dengan adanya kerusakan hati yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, cacing hati, bahan kimkia/obat-obatan dan tanaman beracun. Kerusakan atau nekrosis di hati merupakan tempat berkembang yang baik bagi Cl.Novyi.


Tanda-tanda klinis seperti pernafasan pendek dan cepat, suhu tubuh naik dan turun tiba-tiba sampai sub normal serta kelesuan hewan tidak pernah teramati, kecuali hewan ditemukan mati mendadak dalam posisi seperti tidur.


Pada pemeriksaan pasca mati, biasanya ditemukan karkas dalam keadaan baik, pembuluh darah bawah kulit membesar, ada odim dan pendarahan yang meluas di daerah dada serta otot perut bagian bawah. Akibat pendarahan yang meluas, bangkai nampak hitam, karena itu penyakit ini disebut Black Diseases.


Perubahan di hati cukup spesifik. Bagian hati yang terinfeksi dan nekrosis biasanya berwarna kuning, abu-abu, dikelilingi zone pembendungan. Kadang-kadang kerusakan hati tidak tampak dari luar, tetapi dapat ditemukan di bagian dalam. Daerah nekrosis ini besarnya berkisar 1-40 mm. Selain itu adakalanya ditemukan cacing hati muda.


Pencegahan penyakit dapat dengan melakukan vaksinasi menggunakan toksoid dari Cl.Novyi. Vaksin harus diulang 1 bulan kemudian da diperkirakan kekebalan akan dapat berlangsung selama 1 tahun.


Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan menghilangkan faktor-faktor yang mempermudah terjadinya penyakit ini seperti pemberantasan cacing hati dan mencegah terjadinya kerusakan hati akibat obat-obatan atau tanaman beracun.