Mendisain Media Penyuluhan Pertanian Dalam Bentuk Leaflet

Mendisain Media Penyuluhan Pertanian Dalam Bentuk Leaflet

 Mendisain Media Penyuluhan Pertanian Dalam Bentuk Leaflet

 Oleh: Eko Fendi Baskoro, S.ST

Widyaiswara Pertama BBPP Batu

Abstrak

Media komunikasi adalah semua sarana yang dipergunakan untuk memproduksi, mereproduksi, mendistribusikan atau menyebarkan dan menyampaikan informasi. Media komunikasi sangat berperan dalam kehidupan masyarakat. Komunikasi adalah suatu proses dalam mana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain.

Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak, apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya dapat menggunakan bahasa nonverbal dan sebagai penguat bisa digunakan media.

Dalam kegiatan penyuluhan yang dilakukan oleh penyuluh pertanian pada level fasilitator yang mana sesuai dengan SKKNI Penyuluh Pertanian ialah membuat dan menggunakan media penyuluhan pertanian dalam bentuk media tercetak. Dalam proses implementasinya sering terjadi persamaan nama beberapa jenis media tercetak seperti Folder, Brosusr semua dianggap satu nama yaitu Leaflet. Pada Kesempatan kali ini penulis akan memberikan informasi kepada pembaca mengenai bagaimana mendisain leaflet materi penyuluhan pertanian. Semoga tulisan ini semakin menjadikan manfaat khususnya rekan-rekan profesi penyuluh pertanian untuk yakin dalam menyebutkan ini adalah Leaflet.

Kata Kunci: Komunikasi, Media Penyuluhan Pertanian, Leaflet

I . PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang

Profesionalisme penyuluh pertanian dalam mengidentifikasi kebutuhan dan potensi petani dan pelaku agribisnis lainnya menjadi penting dimana salah satu tupoksinya adalah mengidentifikasi kebutuhan serta menjawab dan memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi pelaku utama dan pelaku usaha.

Penyampaian informasi dan solusi sector pertanian menjadi sangat penting dalam penerapannya diharapkan para petani dapat mengadopsi informasi secara mudah, cepat dan aplikatif. Sebagai seorang penyuluh tentunya mempunyai materi, metode dan media yang akan digunakan dalam proses transfer teknologi sehingga proses perubahan perilaku yang dikehendaki dapat tercapai.

Komunikasi merupakan sarana yang penting dalam jalannya suatu kehidupan. Di era globalisasi sekarang ini banyak sekali media komunikasi yang telah beredar, tak terkecuali Leaflet.

Dalam menghasilkan Penyuluh Pertanian profesional, perlu suatu acuan baku Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang menjamin Penyuluh Pertanian memiliki kualifikasi kompetensi kerja yang sesuai dengan kebutuhan dalam pelaksanaan tugas/pekerjaannya. Dalam rangka peningkatan kompetensi penyuluh pertanian diperlukan adanya sistem keprofesian penyuluhan pertanian yang meliputi standarisasi, akreditasi dan sertifikasi kompetensi penyuluhan pertanian.Dalam rangka mewujudkan penyuluh pertanian yang profesonal, diperlukan Sertifikasi Profesi Penyuluh Pertanian.

Pembuatan media penyuluhan pertanian dalam bentuk media tercetak merupakan salah satu materi uji yang akan diasesmenkan pada saat mengikuti sertifikasi profesi penyuluh pertanian level fasilitator yang dijabat oleh penyuluh pertanian terampil.

Bertolak dari itulah maka dalam penulisan makalah ini penulis menuangkan informasi tentang pengertian leaflat, ciri-ciri leaflet, cara pembuatan leaflet, kekurangan dan kelebihan leaflet dan tips-tips dalam mendisain leaflet media penyuluhan pertanian, sehingga penulis memberi judul makalah yaitu: MENDISAIN MEDIA PENYULUHAN PERTANIAN DALAM BENTUK LEAFLET

1.2 Rumusan Masalah

Dari latar belakang masalah yang penulis uraikan, ada beberapa permasalahan yang penulis dapatkan dalam konteknya adalah sebagai berikut:

  1. Apa definisi dari leaflet?
    2. Bagaimana ciri-ciri dari leaflet?
    3. Bagaimana cara pembuatan leaflet?
    4. Apa keuntungan dan kerugian dari leaflet?
    5. Bagaimana tips-tips mendisain media penyuluhan dalam bentuk leaflet?

1.3 Tujuan Penulisan

Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan ini adalah sebagai berikut:

  1. Pembaca mengetahui definisi dari leaflet
    2. Pembaca mengetahui ciri-ciri dari leaflet
    3. Pembaca mengetahi cara pembuatan leaflet
    4. Pembaca memahami keuntungan dan kerugian dari leaflet
    5. Pembaca memahami tips-tips mendisain media penyuluhan dalam bentuk

   leaflet?

1.4 Manfaat Penulisan
1. Pembaca mampu mengetahui definisi, ciri-ciri, cara pembuatan serta

   keuntungan dan kerugian dari pembuatan leaflet.
2. Pembaca mampu membuat leaflet sebagai sarana komunikasi untuk

   menyampaikan suatu informasi.

  1. Sebagai petunjuk langkah kerja dalam penugasan membuat leaflet saat

   megikuti kegiatan pelatihan dasar bagi fungsional penyuluh dan kegiatan

   sertifikasi penyuluh pertanian terutama pada level fasilitator

  1. PEMBAHASAN
    2.1  Pengertian Leaflet

       Selebaran atau leaflet adalah Lembaran kertas berukuran kecil mengandung pesan tercetak untuk disebarkan kepada umum sebagai informasi mengenai suatu hal atau peristiwa. (Sumber: Kamus Komunikasi, Drs. Onong Uchjana Effendy, MA). Leaflet merupakan selembar kertas yang berisi tulisan cetak tentang sesuatu masalah khusus untuk suatu sasaran dan tujuan tertentu dengan kalimat-kalimat yang singkat, padat, mudah dimengerti dan gambar-gambar yang sederhana. Ukuran leaflet biasanya 20 x 30 cm, berisi tulisan 200 – 400 kata. Biasanya terdiri dari satu lembar saja dengan cetakan dua muka. Namun yang khas dari leaflet adalah adanya lipatan yang membentuk beberapa bagian leaflet seolah-olah merupakan panel atau halaman tersendiri. Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa leaflet adalah selebaran tercetak dengan ukuran kecil, berisikan informasi yang disebarkan kepada umum secara gratis.

      Kualitas cetakan leaflet biasanya bagus, dibuat dengan desain yang menarik, dan berisi informasi yang lengkap baik berupa gambar maupun tulisan. pembuatan leaflet biasanya memperhatikan sisi psikologi orang membaca leaflet, sehingga desainnya pun dibuat untuk memudahkan orang menerima informasi yang ada pada leaflet tanpa terlalu banyak membolak-balik leaflet.

leaflet merupakan media komunikasi grafis yang ukurannya kecil tidak lebih dari dua telapak tangan kira-kira ukuran kertas A5 dan biasanya hanya satu lembar, untuk Penyebarannya dilakukan dengan cara dibagi-bagikan. Selebaran atau leaflet adalah Lembaran kertas berukuran kecil mengandung pesan tercetak untuk disebarkan kepada umum sebagai informasi mengenai suatu hal atau peristiwa/event.

       Leaflet digunakan untuk bermacam kegiatan misalnya mengenalkan produk, balai sebagai katalog mini atau booklet mini, profil balai, dan lain sebagainya. Leaflet digunakan untuk memberikan keterangan singkat tentang suatu masalah, misalnya deskripsi budidaya sector pertanian, peternakan di tingkat pelaku utama atau pelaku usaha. Leaflet dapat diberikan atau disebarkan pada saat pertemuan-pertemuan dilakukan seperti pertemuan FGD, pertemuan penyuluhan, kunjungan rumah, dan lain-lain. Leaflet dalam penerapannya dapat dibuat sendiri dengan perbanyakan sederhana seperti di photocopy.

2.2 Ciri-ciri Leaflet
A.   Dilihat dari bentuk leaflet:

  1. Lembaran kertas berukuran kecil yang dicetak.
  2. Tulisan terdiri dari 200 ± 400 huruf dengan diselingi gambar-  gambar
  3. Ukuran biasanya 20 ± 30 cm.
  4. Dilihat dari isi pesan:
  5. Pesan sebagai informasi yang mengandung peristiwa.
  6. Bertujuan untuk promosi.
  7. Isi leaflet harus dapat dibaca sekali pandang.

2.3 Syarat Pembuatan leaflet

  1. Menggunakan bahasan sederhana dan mudah dimengerti oleh pembacanya bisa menggunakan bahasa daerah
  2. Judul yang digunakan harus menarik untuk dibaca
  3. Jangan banyak tulisan, sebaiknya dikombinasikan antara tulisan dan gambar, pada pemilihan gambar alangkah baiknya dengan menampilkan dokumentasi di wilayah sasaran penyuluhan
  4. Materi penyuluhan pertanian harus sesuai dengan kebutuhan dan target perubahan perilaku sasaran yang dituju.

2.4 Yang Harus Diperhatikan Dalam Membuat Leaflets:

  1. Tentukan kelompok sasaran yang ingin dicapai dengan prinsip ABCD
    b.    Tuliskan apa tujuannya (Pengetahuan, Ketrampilan atau Sikap)
    c.    Tentukan isi singkat hal-hal yang mau ditulis dalam leaflet.
    d.    Kumpulkan tentang subyek yang akan disampaikan sesuai kaidah

       penyusunan sinopsis
e.    Buat garis-garis besar cara penyajian pesan, termasuk didalamnya

       bagaimana bentuk tulisan, gambar serta tata letaknya
f.    Buatkan konsep leaflet
g.    Konsep dites terlebih dahulu pada kelompok sasaran yang hampir sama

       dengan kelompok sasaran
h.    Perbaiki konsep dan buat ilustrasi yang sesuai dengan isi

2.5  Kelebihan dan Kekurangan Leaflets
a.     Kelebihan

v  Dapat disimpan lama

v  Sebagai reverensi

v  Jangkauan dapat jauh

v  Membantu media lain

v  Isi dapat dicetak kembali

v  Dapat sebagai bahan diskusi

  1.  Kekurangan

v  Bila cetakan kurang menarik orang enggan menyimpannya

v  Pada umumnya orang tidak mau membaca karena hurufnya terlalu kecil

v  Tidak bisa digunakan oleh sasaran yangf buta huruf

2.7 Tips- Tips Mendisain Media Penyuluhan dalam bentuk Leaflet:

  1.  Content Isi / teks

Isi materi tulisan dalam leaflet bisa saja mencakup keseluruhan isi materi yang akan disampaikan,tetapi harus jelas dan padat agar terkesan komposisi desain dapat dipahami dan minimalis. Selanjutnya para pembaca akan di arahkan ke media lain seperti Website atau Nomor telfon/ HP untuk mengetahui informasi lengkap selanjutnya.

  1. Layout
    Layout atau posisi tata letak berkaitan erat dengan bentuk leaflet atau pamflet, ukuran dan isinya, baik teks, gambar, maupun desain lainnya. Karena layout merupakan panduan awal yang penting untuk menentukan di mana nantinya teks, gambar, atau desain akan diletakkan dalam media leaflet, sehingga dengan arah penempatan yang ditentukan sebelumnya serta isi materi akan dapat tersusun dengan sempurna dan akan memudahkan untuk dimodifikasi kembali.
  2. Typografi
    Pemilihan jenis font sangat mendukung estetika tampilan teks dari sebuah leaflet atau pamflet. Typografi juga dapat dijadikan alternatif pengganti gambar karena font dapat dimodifikasi sedemikian rupa untuk menggantikan fungsi gambar. Namun yang perlu diperhatikan disini adalah jangan menggunakan Font yang susah di baca, karena akan menyulitkan para pembacanya sendiri.
  3. Gambar
    Gambar dalam bentuk bitmap ataupun vector juga sangat berpengaruh besar dalam mendukung unsur seni dalam sebuah leaflet atau pamflet. Contoh gambar leaflet disarankan untuk sesuai dengan temanya. Penggunaan gambar yang sesuai dan berhubungan dengan informasi yang akan disampaikan akan lebih terkesan pada pembaca.
  4. Warna
    Pemilihan warna yang tepat dapat menambah energi dalam leaflet karena setiap warna memiliki makna dan arti yang berbeda. Sehingga jika memungkinkan pilihlah warna sesuai dengan informasi yang ingin berikan. Berikut contoh arti warna:

Merah           : Power, energi, agresi,bahaya.

Kuning          : Optimis, harapan.

Hijau             : Alami, sehat, keberuntungan, pembaharuan.

Oranye          : Energy, keseimbangan.

Ungu/Jingga    :Spiritual, misteri, kebangsawanan, transformasi, Keangkuhan.

Coklat           : Tanah/Bumi, kepercayaan, kesenangan, daya tahan.

Abu- Abu       : Intelek, masa depan (milenium), kesederhanaan, kesedihan.

Biru              :Kepercayaan, konservatif, keamanan, tekhnologi, kebersihan,

                       keteraturan

Hitam           :Kekuatan, seksualitas, kecanggihan, kematian, misteri,

                       ketakutan,  kesedihan, keanggunan

  1. DesainGrafis
    Penambahan sentuhan desain grafis yang menarik akan membuat tampilan leaflet  unik . Desain memang diperuntukkan untuk memberikan sentuhan tersendiri bagi pembacanya, sehingga desain dapat menarik psikologis dan emosi dari pembaca.
  2. Bahan
    Penentuan jenis bahan kertas brosur juga menentukan nilai kualitas dari leaflet di mata pembaca. Jika leaflet menggunakan jenis kertas yang exslusive tentunya hal itu juga membuat daya tariknya akan menjadi terkesan elegant. Pada umumnya leaflet banyak yang tercetak di atas bahan kertas jenis Art Paper,Art Karton, Mate Paper, Maupun Kertas HVS.
  3. Ukuran
    Sebelum menentukan untuk mencetak brosur tentukanukuran brosur yang akan dibuat terlebih dahulu. Pada umumnya ukuran leaflet adalah sebagai berikut:
    A5 berukuran :14.8x21cm
    A4 berukuran :21×29.7cm
    A3 berukuran :29.7x42cm
    F4 berukuran :21.9 x 33 cm
  4. Vernish,Spot&Laminating
    Penambahan polesan luar dari kertas leaflet pasca percetakan akan memberikan sentuhan berbeda di tangan pembaca baik secara kasat mata maupun sentuhan langsung. Pada umumnya leaflet diberi beberapa jenis lapisan luar untuk alasan daya tarik maupun daya tahan. Lapisan – lapisan tersebut dapat di definisikan sebagai berikut :
  5. UV
    Yaitu pemberian semacam zat kimia cair ( Varnish )yang di lekatkan pada permukaan kertas, biasanya kertas yang diberikan lapisan varnish langsung kering melalui penyinaran ultraviolet pada mesin UV.
  6. LaminatingGlosy
    Laminating ini biasanya berupa plastik tipis yang berwana putih bening yang di lekatkan pada permukaan brosur, biasanya digunakan untuk menjaga daya tahan leaflet atau pamflet dari percikan air. Hasil akhir pun tidak jauh berbeda dengan lapisan varnish yang mengkilap.
  7. LaminatingDoff
    Laminating ini jenis bahannya hampir sama dengan laminating glossy hanya saja terdapat perbedaan yang mencolok yaitu pada dasar permukaan leaflet atau pamflet tidak terlihat mengkilap namun lebih cenderung bersifat lembut jika disentuh.

2.8 Cara Membuat LeafLet melalui Microsoft Powerpoint
Langkah-langkah membuat brosur dengan Microsoft Powerpoint 2013 adalah sebagai berikut:

  1. Buka Microsoft office Powerpoint 2013
  2. Tentukan Ukuran Kertas dengan Klik Design pilih slide size dilanjutkan klik

   custom slide size dan tentukan pilihan lembar kerja contoh A4 dilanjutkan

   mengatur lembar kerja posisi mendatar atau berdiri

  1. Pilih template yang anda ingin buat pada design
  2. Membuat judul materi
  3. Memasukkan sebagian materi di synopsis materi penyuluhan pertanian dari MS

   Word

  1. Memasukkan Gambar yang sesuai dengan materinya
  2. Memasukkan Logo
  3. Memasukkan alamat instansi atau pribadi serta mencantumkan alamat email

   atau No HP

  1. Lakukan Penyimpanan file dengan Format .JPG yang artinya gambar jadi dan

   .PPT untuk master jika ada revisi

  1. Selanjutnya anda tinggal edit teks sesuai apa yang anda inginkan dan dicetak

     atau print.

III.PENUTUP
3.1 Kesimpulan

     Leaflet merupakan lembaran kertas berukuran kecil yang dilipat mengandung pesan tercetak untuk disebarkan kepada umum sebagai informasi mengenai masalah khusus untuk suatu sasaran dan tujuan tertentu dengan kalimat-kalimat yang singkat, padat, mudah dimengerti dan gambar-gambar yang sederhana.
Leaflet digunakan untuk kegiatan penyuluhan disesuaikan dengan materi yang akan disampaikan sesuai kebutuhan dan solusi dari permasalahan pelaku utama dan pelaku usaha agar proses perubahan perilaku dapat tercapai.

3.2 Saran

  1. Untuk dapat membuat leaflet yang benar harus mengikuti kaidah

       pembuatan leaflet yang benar.

  1. Dalam pembuatan leaflet harus menggunakan bahasa yang menarik, jelas,

       singkat dan mudah dimengerti.

  1. Leaflet harus dibuat semenarik mungkin sehingga menumbuhkan minat

       untuk membacanya.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 1982. Alat Peraga dalam Penyuluhan Pertanian. Departemen Pertanian. Jakarta.

———–. 2001. Buku 1 Media Visual dalam Pelatihan dan Penyuluhan. Pusat    Manajemen Pengembangan SDM Pertanian. Ciawi.

———–. 2001. Buku 2 Media Visual dalam Pelatihan dan Penyuluhan. Pusat Manajemen Pengembangan SDM Pertanian. Ciawi.

Garnadi, A. 1997. Penggunaan Visual Aid dalam Penyuluhan Pertanian. Direktorat Penyuluhan Pertanian. Jakarta

Padmo, S. 2000. Media Penyuluhan Pertanian dan komunikasi . Departemen Pertanian. Jakarta

Widodo, S dan Nuraeni. I. 2006. Media Penyuluhan Pertanian. Universitas Terbuka. Jakarta

000-017   000-080   000-089   000-104   000-105   000-106   070-461   100-101   100-105  , 100-105  , 101   101-400   102-400   1V0-601   1Y0-201   1Z0-051   1Z0-060   1Z0-061   1Z0-144   1z0-434   1Z0-803   1Z0-804   1z0-808   200-101   200-120   200-125  , 200-125  , 200-310   200-355   210-060   210-065   210-260   220-801   220-802   220-901   220-902   2V0-620   2V0-621   2V0-621D   300-070   300-075   300-101   300-115   300-135   3002   300-206   300-208   300-209   300-320   350-001   350-018   350-029   350-030   350-050   350-060   350-080   352-001   400-051   400-101   400-201   500-260   640-692   640-911   640-916   642-732   642-999   700-501   70-177   70-178   70-243   70-246   70-270   70-346   70-347   70-410   70-411   70-412   70-413   70-417   70-461   70-462   70-463   70-480   70-483   70-486   70-487   70-488   70-532   70-533   70-534   70-980   74-678   810-403   9A0-385   9L0-012   9L0-066   ADM-201   AWS-SYSOPS   C_TFIN52_66   c2010-652   c2010-657   CAP   CAS-002   CCA-500   CISM   CISSP   CRISC   EX200   EX300   HP0-S42   ICBB   ICGB   ITILFND   JK0-022   JN0-102   JN0-360   LX0-103   LX0-104   M70-101   MB2-704   MB2-707   MB5-705   MB6-703   N10-006   NS0-157   NSE4   OG0-091   OG0-093   PEGACPBA71V1   PMP   PR000041   SSCP   SY0-401   VCP550   M70-101   LX0-104   EX300   70-411   640-911   CAS-002   350-001   JN0-102   9A0-385   70-462   70-178   CISM   3002   220-902   SSCP   c2010-657   300-206   70-246   AWS-SYSOPS   70-534   640-916   ADM-201   LX0-103   74-678   210-065   300-115   642-732   1Z0-060   352-001   1Z0-061   EX300   HP0-S42   ICBB   ICGB   ITILFND   JK0-022   JN0-102   JN0-360   LX0-103   LX0-104   M70-101   MB2-704   MB2-707   MB5-705   MB6-703   N10-006   NS0-157   NSE4   OG0-091   OG0-093