Membangun Desain Pesan Dalam Proses Komunikasi Pembangunan dan Penyuluhan Pertanian

Membangun Desain Pesan Dalam Proses Komunikasi Pembangunan dan Penyuluhan Pertanian

 

MEMBANGUN DESAIN PESAN DALAM PROSES KOMUNIKASI PEMBANGUNAN DAN PENYULUHAN PERTANIAN

Wasis Sarjono.S.Pt.M.Si

Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu – Jawa Timur

ABSTRAK

Komunikasi merupakan upaya menyampaikan suatu informasi kepada masyarakat luas, agar diketahui dan menjadi milik bersama (Mardikanto, 2010). Komunikasi antar manusia (human communication) yang terjadi dalam konteks organisasi dimana terjadi jaringan pesan satu sama lain yang saling bergantung. Ciri utama komunikasi organisasi yaitu faktor faktor struktural dalam organisasi mengharuskan para anggotanya bertindak sesuai dengan peranan yang diharapkan (Masmuh,2010). Salah satu model komunikasi Berlo terdiri dari empat komponen; Source, Message, Channel, dan Receiver. Tujuan kegiatan tersebut adalah agar masyarakat sasaran dapat memahami, menerima, berpartisipasi dalam melaksanakan gagasan-gagasan yang disampaikan (Nasution, 2002). Dalam menyusun rancangan desain pesan dalam pembangunan dan penyuluhan sangat penting diketahui detil dari sebuah strategi komunikasi pembangunan. Aspek – aspek dalam menyusun strategi komunikasi, antara lain : Mendefinisikan dan memformulasikan sasaran komunikasi, Memilih Kelompok Target, Primary target groups, dan Secondary target groups serta Menentukan pendekatan komunikasi yang paling sesuai untuk masing-masing kelompok target..

Kata kunci : Komunikasi, Pembangunan penyuluhan

I.    Pengertian Komunikasi Pembangunan
Komunikasi merupakan salah satu upaya menyampaikan suatu informasi kepada masyarakat luas, agar diketahui dan menjadi milik bersama (Mardikanto, 2010). Komunikasi antar manusia (human communication) yang terjadi dalam konteks organisasi dimana  terjadi jaringan jaringan pesan satu sama lain yang saling bergantung satu sama lain disebut komunikasi organisasi (Bungin, 2008). Ciri utama komunikasi organisasi yaitu faktor faktor struktural dalam organisasi mengharuskan para anggotanya bertindak sesuai dengan peranan yang diharapkan (Masmuh,2010).
Pada awalnya Berlo melakukan pegembangan sebuah model komunikasi dasar yang dapat diaplikasikan secara luas pada setiap proses komunikasi (Mohan, McGregor and Strano, 1989).
Model komunikasi Berlo ini pada dasarnya terdiri dari empat komponen:
1.    Source, Merupakan sumber dari komunikasi yang terdiri dari grup/kelompok maupun perorangan. Sumber komunikasi menyusun sebuah pesan dan mentransmisikan pesan tersebut melalui saluran atau media komunikasi kepada penerima pesan, yang juga terdiri dari perorangan maupun kelompok.
2.    Message, Pesan adalah susunan sekelompok symbol yang terstruktur untuk mencapai sebuah arti tertentu
3.    Channel, Saluran diartikan sebagai dasar sensoris untuk mengekspresikan pesan dan sebagai media untuk menyampaikan pesan tersebut.
4.    Receiver, Penerima pesan mendapatkan pesan dari sumber pengirim pesan melalui saluran pesan.
Model komunikasi dasar tersebut selanjutnya dikembangkan dalam proses penyebarluasan pesan dalam kontek pembangunan. Pengertian komunikasi Pembangunan dalam arti sempit merupakan segala upaya, cara, dan teknik penyampaian gagasan, serta keterampilan-keterampilan pembangunan yang berasal dari pihak yang memliki prakarsa dalam pembangunan dan ditujukan kepada masyarakat luas. Tujuan kegiatan tersebut adalah agar masyarakat sasaran dapat memahami, menerima, berpartisipasi dalam melaksanakan gagasan-gagasan yang disampaikan (Nasution, 2002). Dalam mencapai tujuan akhir dari proses komunikasi pembangunan dibutuhkan dua komponen penting antara lain:
Pertama; pemahaman terhadap aspek materi apa saja yang dibutuhkan dalam sebuah pesan. Aspek tersebut meliputi sifat, jenis dan subject matter dari materi pesan.
Kedua; pemahaman menyusun strategi komunikasi, yaitu strategi dalam memberikan kerangka kerja berisi kombinasi aktifitas komunikasi yang dapat menyebabkan perubahan dalam aspek; pengetahuan, pendapat, sikap, kepercayaan atau tingkah laku dari komunitas sasaran yang penting untuk memecahkan masalah dalam kurun waktu tertentu dengan menggunakan sumber daya tertentu pula. Sebuah strategi juga bisa dipandang sebagai sebuah komitmen dan titik mobilisasi dan orientasi sejumlah aktifitas dan kekuatan dari gabungan bermacam-macam stakeholder (FAO, 2002).
Berikut adalah penjelasan dari kedua komponen penyusunan pesan dari komunikasi pembangunan tersebut. :
Desain Pesan Komunikasi Berdasarkan Materi
Materi Penyuluhan adalah pesan dalam komunikasi Pembangunan, desain perancangannya didasari dengan mengetahui sumber materi, sifat, ragam dan isinya.
Sumber Materi Penyuluhan adalah darimana kita mendapatkan isi dari pesan yang kita sampaikan. Berikut ini adalah sumber materi, yang bisa dapat dari :
1.    Sumber resmi dari pemerintah ; BPTP, Badan Litbang, Pusat pengkajian, Pusat Informasi Pemerintah lainnya.
2.    Sumber Informasi Lembaga swasta/swadaya masyarakat
3.    Pengalaman petani
4.    Sumber-sumber lain yang bisa dipercaya.
Diperlukan penyesuaian penyesuaian Informasi yang berasal dari sumber resmi  pemerintah karena tidak selalu sesuai dengan kondisi sasaran, penyesuaian tersebut seperti  peralatan, pengetahuan, keterangan, aspek sosial budaya lokal, begitu juga informasi yang berasal dari Lembaga swasta/swadaya dimana sering ada kecenderungan ada muatan kepentingan tertentu. Sumber dari pengalaman empirik petani, memiliki kelemahan dalam analisa, ketepatan, Sedangkan sumber-sumber lain memiliki kecenderungan muatan  kepentingan-kepentingan lain atau kepentingan bisnis, sehingga perlu diikuti oleh  Lokal Verification Trials dan uji, dengan tujuan  secara teknis dapat diterapkan, secara ekonomi layak dan diterima dari aspek sosial, ekonomi dan sosial agama.
 Sifat Materi Penyuluhan bisa didasarkan pada hal-hal sebagai berikut:
1.    Bersifat pemecahan masalah yang sedang dan akan dihadapi, hal ini harus diutamakan dan merupakan prioritas
2.    Berisi petunjuk/rekomendasi yang disampaikan untuk jangka pendek lebih dahulu
3.    Bersifat instrumental yang memberikan manfaat jangka panjang, missal mampu  menumbuhkan swadaya, swakarsa dan swakarya dalam pertumbuhan kelompok.
Pemilihan Materi Penyuluhan harus didasarkan pada kebutuhan sasaran pada gambar berikut ini:

Gambar 2. Pemilihan Materi Penyuluhan Berdasarkan Kebutuhan Sasaran
Sedangkan Type Pesan jika dilihat dari pengertian inovasi dibagi menjadi :
1. Pesan Ideologis yaitu  konsep dasar sebagai landasan dan alasan dalam pelaksanaan perubahan-perubahan/pembangunan yang telah direncanakan sehingga terwujudnya perbaikan mutu hidup. Strateginya kontinuitaspenyampaian kepada sasaran, baik saat perencanaan program, prosesnya adalah ampai selesainya program sehingga akan menjadi nilai hidup dan acuan sasaran.
2. Pesan Informatif yaitu segala bentuk informasi yang berkaitan dan bergantung pada pesan ideologisnya, bisa berupa kebijakan pembangunan, nilai-nilai sosial budaya. Sedangkan pesan informatif dapat  dibagi menjadi :
a.    Pengetahuan Dasar
•    hasil penelitian dasar
•    berupa metode-metode dan teori
•    tidak bisa langsung diterapkan pada masyarakat
•    harus melalui riset terapan dan pengembangan
b.    Riset terapan dan pengembangan/pengujian
•    lanjutan penelitian dasar
•    Penerapannya disesuaikan dengan kondisi fisik, sosial budaya
•    biasanya belum dipahami masyarakat luas
c.    Pengetahuan praktis
•    merupakan ringkasan, olahan dan pengkajian ulang
•    tujuan agar mudah dipahami masyarakat

Gambar 3. Unsur-Unsur Pembentuk Pengetahuan Praktis
d.    Pesan pengguna
•    Wahana feedback pengguna/masyarakat yang telah menerapkan inovasi baru dari penyuluh, pesan dalam feedback dapat menjadi masukan bagi penyuluh
•    bentuknya feedback dapat berupa ekspresi tentang kebutuhan (misalnya keluhan, kepuasan, pengalaman dll) serta reaksi konsumen (meningkatkan permintaan akan inovasi peningkatan produksi dan pendapatan setelah penerapan inovasi, atau reaksi (sikap) negatif terhadap inovasi.
 Secara umum, materi yang perlu disiapkan dalam penyuluhan meliputi :
1)    Kebijakan dan peraturan (mulai dari pusat sampai dengan lokal)
2)    Hasil penelitian/pengujian dan rekomendasi teknis dari instansi ybs
3)    Pengalaman peternak yang sudah berhasil
4)    Informasi pasar : harga, penawaran, permintaan produk
5)    Petunjuk teknis tentang penggunaan alat dan sarana produksi
6)    Informasi dan kemudahan dari kelembagaan
    Dorongan untuk swakarsa, swadaya dan swakarya masyarakat
    Berkaitan dengan penyuluhan sebagai pendidikan, penyuluhan juga harus mempunyai pokok bahasan. Pokok bahasan oleh  Mosher (dalam Ginting, 1996) dinyatakan sebagai: Usaha tani bukanlah sekedar kegiatan bertani untuk menghasilkan suatu produk, tetapi merupakan suatu sistem produksi yang memadukan unsur-unsur : Manusia (sebagai pribadi, pengelola dan juru tani); Modal; Tenaga Kerja (termasuk pengetahuan dan ketrampilannya); SDA; Kelembagaan dan Sarana dan prasarana yang memadai, sehinggga pokok bahasan harus meliputi banyak hal baik yang langsung berkaitan dengan kegiatan bertani, pengelolaan usaha tani, pengelolaan rumah tangga petani, kelembagaan pertanian maupun yang tidak langsung seperti politik Pembangunan pertanian.
    Bagi Pokok Bahasan (Subject Matter) atau hal-hal teknis yang diperlukan untuk masuk dalam kegiatan penyuluhan, antara lain :
1.    Ilmu Budidaya Pertanian
    pra panen    : teknik budidaya, pemilihan bibit, perlindungan tanaman / hewan, penggunaan sarana produksi dan pakan, pengaturan pengairan
    pasca panen    : cara panen, pengangkutan, penyimpanan, pengolahan, pengepakan, pemilihan dan penyeragaman
2.    Ilmu Ekonomi Pertanian, tujuannya agar usaha tani lebih efisien sehingga manfaat ekonomi lebih meningkat.  
3.     Ilmu Pengelolaan RumahTangga Petani, agar petani bisa memisahkan pengelolaan usaha tani dan rumah tangga petani
4.    Kelembagaan Petani, karena petani di pedesaan memiliki hubungan kekerabatan dalam sistem keluarga luas dan sifat pekerjaan uasaha tani sering menuntut kerjasama dan kesepakatan bersama maka perlu kelembagaan untuk mengelola dinamika kelompok dan kepemimpinan kelompok tani
5.    Politik Pembangunan Petani
    Terdiri dari        :
•    peran pembangunan Pertanian dalam proses pertanian
•    peran, tanggung jawab dan kewajiban petani
•    kebijakan dan kemudahan dari pem bagi pemb. petani
Semua poin di atas harus diperhatikan saat menyusun dan merancang sebuah pesan sehingga sesuai dengan kebutuhan petani/peternak.
Desain Pesan dalam Strategi Komunikasi Pembangunan
Dalam menyusun rancangan desain pesan dalam pembangunan dan penyuluhan sangat penting diketahui detil dari sebuah strategi komunikasi pembangunan. Hal ini disebabkan desain komunikasi sangat terkait dengan komponen-komponen strategi komunikasi pembangunan agar bisa sesuai dengan real needs sasaran.

Dalam membangun sebuah strategi komunikasi, digambarkan sebagai berikut.:

Gambar 4. Proses Perencanaan Sebuah Alur Komunikasi untuk Strategi Pembangunan (Sumber: FAO, 2002)
Penjelasan dari stiap tahapan tersebut diatas, sebagai berikut :
A. Analisa Situasi
Terdiri dari beberapa tahap:
1.     Mengeksplorasi masalah yang akan dipecahkan
Poin – poin penting yang harus difahami adalah:
a)    Sifat dan urgensi dari masalah
b)    Penyebab langsung dan tidak langsung dari masalah, misalnya faktor tingkah laku, ekonomi, sosio-kultural, politik, dan lain-lain (misalnya minimya sarana  infrastruktur, rendahnya kualitas pelayanan)
c)    Komunitas yang mengalami masalah
d)    Justifikasi dari masalah, misalnya urgensi, vulnerability, kebijakan nasional
e)    Upaya yang telah dilakukan untuk memecahkan masalah tersebut, hasil yang diperoleh dan pelajaran yang dapat diambil
f)    Informasi apa yang masih kurang dan bagaimana memperoleh informasi tersebut
2. Mempelajari konteks aktifitas
a)    Konteks nasional atau keseluruhan: fisik, ekonomi, politik, administratif, legal, demografis, sosial dan kultural.
b)    Program pembangunan yang sudah ada: rencana dan kebijakan pembangunan, populasi, pendidikan, kesehatan, pertanian, legislasi, deklarasi politik, strategi, dan lain-lain.
3. Menganalisa peluang merangkul stakeholders
a)    Stakeholders institusional:
1)    Mengidentifikasi organisasi dan kelompok-kelompok, baik dari public, swasta atau asosiasi, baik yang terlibat dalam perencanaan dan implementasi strategi.
2)    Menggambarkan misi, sumberdaya, pengalaman, durabilitas institusional, lokasi fisik, motivasi dan lain-lain.
b)    Kelompok target yang mungkin
1)    Karakteristik: demografis, socio-cultural, socio-economic, legal status, fungsi, dan lain-lain
2)    Pengetahuan, kepercayaan, sikap, social, persepsi mental tentang permasalahan, kebutuhan dan ekspektasi
3)    Praktek komunikasi target sehari-hari
4.  Mengevaluasi sumber daya komunikasi yang ada
a)    Mass-media yang sudah ada: jangkauan, akses, biaya, program keefektifan.
b)    Media lain: Group media, media tradisional dan lain-lain
c)    Saluran komunikasi, tempat, jaringan komunikasi dan bahasa
B. Masalah dalam Komunikasi
Memaknai masalah di lapangan yang dapat dipecahkan dengan pendekatan komunikasi, tahapan pemecahan masalah tersebut melalui pengumpulan fakta – fakta lapangan yang selanjutnya dilakukan analisis situasi. Dari hasil analisis akan diperoleh model pemecahannya.
C. Pembuatan Strategi Komunikasi
Aspek – aspek dalam menyusun strategi komunikasi, antara lain :
1.    Mendefinisikan dan memformulasikan sasaran komunikasi
Dalam komunikasi terdapat istilah sasaran komunikasi yang mampu  menggambarkan hasil akhir dari proses (aktifitas) komunikasi. Sasaran komunikasi ini menggunakan akronim (disingkat) SMART, yaitu Specific, Measurable, Appropriate, Realistic dan Temporal (dalam kurun waktu tertentu).
2.   Memilih Kelompok Target
Setelah memiliki sasaran komunikasi, maka perlu memilih bagian dari populasi yang ingin dijadikan focus (target) komunikasi. Teknik melakukan aktifitas komunikasi yang efektif adalah dengan mengelompokkan sasaran dan membaginya menjadi kelompok-kelompok kecil berdasarkan data yang tersedia, seperti gender, status sosial, gaya hidup dan tingkat pengetahuan. Selanjutnya dalam pemilihan kelompok target, dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok target:
a)    Primary target groups, mereka yang perlu mengadopsi pendapat, sikap atau tingkah laku tertentu;
b)    Secondary target groups, mereka yang dapat membantu kelompok diatas untuk mengubah tingkah lakunya.
3.    Menentukan pendekatan komunikasi yang paling sesuai untuk masing-masing kelompok target
Bagian ini memuat daftar metode dan pendekatan komunikasi, baik yang langsung dan tidak langsung, yang paling sesuai untuk mendekati kelompok target dan menjadi trigger perubahan yang diinginkan. Antara lain : Participatory community approach
a)    Inter-personal communication
b)    Counselling
c)    Education (household education, sex education, nutrition education, recreational education, peer-group education …)
d)    Information
e)    Social marketing
f)    Social mobilisation
g)    Advocacy
h)    Training
i)    Functional literacy, dll.
4.    Membuat pesan kunci bagi kelompok target
Pesan kunci ini ditujukan untuk memformulasikan tema atau ide dari pesan yang ditujukan untuk kelompok target sehingga dapat mendorong mereka untuk melakukan efek yang diinginkan. Dengan demikian pesan harus mengalir secara logis dari sasaran komunikasi  pada setiap level kelompok target dengan mempertimbangkan pengetahuan, sikap dan tingkah laku yang diinginkan dari masalah yang ada.
Elemen yang dibutuhkan dalam pesan kunci adalah:
a)    The what and the why
Apa perubahan yang diinginkan dan dengan alasan apa kelompok target membutuhkan perubahan tersebut;
b)    The where, the when and the how
Harus kemana, pada saat apa dan apa yang harus dilakukan agar dapat mengadopsi pesan tersebut?
c)    The guarantee and support
Elemen yang memberikan kredibilitas pada pesan tersebut.
5.    Memilih Saluran dan Media Komunikasi
Dalam komunikasi dalam pembangunan, saluran-saluran yang dapat digunakan untuk mengirimkan pesan kepada kelompok target
a)    Institutional channel: badan publik atau swasta yang sudah terkenal seperti badan politik dan administrative, system pendidikan, jaringan pekerja , LSM, dan lain-lain.
b)    Media and mediatised channel: Media seperti  televisi, radio, printed press, posters  dan Internet.
c)    Socio-traditional and socio-cultural channels: Opinion leaders (kepala adat, intelektual, dan lain-lain) and jaringan informal (RT, RW), berbagai bentuk komunikasi tradisional dan  interpersonal communication (pekerja di sawah, pasar, lembaga perkawinan, perkumpulan agama dan lain-lain.)
d)    Commercial channel: Jaringan perdagangan bagi produk-produk umum misalnya butik, took, took buku, kios, apotek, dan lain-lain.
Bagi setiap kelompok target perlu ditetukan media yang akan digunakan. Media adalah perantara dimana pesan akan disampaikan. Misalnya radio, surat kabar, kaset, film, video, poster, brosur, majalah, kalender, ekshibisi, gadgets (tas, gantungan kunci, topi, kaos, dan lain-lain),  picture box, flip-chart, wall-cloth, wall mural, model, slide, painting, games, diagrams, theatre, CD-Rom.
Sehubungan dengan perubahan perilaku ini, media adalah komponen utama yang paling mendapatkan perhatian. Media yang akan digunakan dalam model komunikasi tersebut dipilih berdasarkan pada strategi komunikasi yang dimiliki untuk mendapatkan perubahan perilaku yang diinginkan secara optimal. Untuk menyampaikan sebuah pesan,penting untuk memilih beragam media yang paling tepat. Misalnya saja:
1.    text-based – yaitu media yang berdasarkan pada tulisan, contohnya buku, artikel jurnal, artikel surat kabar, brosur, poster
2.    audio-based – yaitu media yang berdasarkan pada audial, misalnya pidato, percakapan dalam radio, cerita, drama dan lagu
3.    visual – yaitu media yang mengandalkan visual,contohnya kartun, gambar, poster
4.    electronic – yaitu media elektronik, misalnya email, web page
5.    multi-media – misalnya video, program TV, CD dan/atau DVD
Berdasarkan  alur perancangan dalam komunikasi tersebut diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa sebuah rangkaian desain pesan sebuah komunikasi pembangunan tidak bisa dilepaskan dari unsur-unsur komunikasi dan aspek pembangunan. Jika pembuatan perancangan tidak mengindahkan aspek tersebut, maka tujuan dari komunikasi pembangunan itu tidak tercapai.

DAFTAR PUSTAKA

FAO, 2002, Communication for Development Manual, Food and Agricultural Organization, Roma.
Ginting, Eliezer, 1996. Dasar Penyuluhan. Fakultas Peternakan. Universitas Brawijaya.
Mohan, T, McGregor, H & Strano, Z. 1992, Communicating! Theory and Practice, 3rd edition, Harcourt & Company, Australia.
Nasution, Zulkarnain, 2002. Komunikasi Pembangunan: Pengenalan Teori dan Penerapannya. Edisi Revisi. PT. RajaGrafindo Persada. Jakarta.

 

 

000-017   000-080   000-089   000-104   000-105   000-106   070-461   100-101   100-105  , 100-105  , 101   101-400   102-400   1V0-601   1Y0-201   1Z0-051   1Z0-060   1Z0-061   1Z0-144   1z0-434   1Z0-803   1Z0-804   1z0-808   200-101   200-120   200-125  , 200-125  , 200-310   200-355   210-060   210-065   210-260   220-801   220-802   220-901   220-902   2V0-620   2V0-621   2V0-621D   300-070   300-075   300-101   300-115   300-135   3002   300-206   300-208   300-209   300-320   350-001   350-018   350-029   350-030   350-050   350-060   350-080   352-001   400-051   400-101   400-201   500-260   640-692   640-911   640-916   642-732   642-999   700-501   70-177   70-178   70-243   70-246   70-270   70-346   70-347   70-410   70-411   70-412   70-413   70-417   70-461   70-462   70-463   70-480   70-483   70-486   70-487   70-488   70-532   70-533   70-534   70-980   74-678   810-403   9A0-385   9L0-012   9L0-066   ADM-201   AWS-SYSOPS   C_TFIN52_66   c2010-652   c2010-657   CAP   CAS-002   CCA-500   CISM   CISSP   CRISC   EX200   EX300   HP0-S42   ICBB   ICGB   ITILFND   JK0-022   JN0-102   JN0-360   LX0-103   LX0-104   M70-101   MB2-704   MB2-707   MB5-705   MB6-703   N10-006   NS0-157   NSE4   OG0-091   OG0-093   PEGACPBA71V1   PMP   PR000041   SSCP   SY0-401   VCP550