Limbah dan Hasil Ikutan Ternak

Profil Divisi Pengolahan Limbah dan Hasil Ikutan Ternak

Aktivitas Divisi Pengolahan Limbah dan Hasil Ikutan Ternak

Potensi limbah peternakan di Indonesia masih belum sepenuhnya dikelola secara optimal, namun ada beberapapeternak yang sudah melakukan pengolahan limbah peternakannya. Potensi keberadaan limbah tersebut yang berupa kotoran, urine, sisa pakan, bulu, kulit telur, tulang, tanduk dan isi rumen dapat diolah menjadi berbagai produk olahan dan turunan bernilai ekonomis tinggi antara lain pupuk organik (kompos, pupuk cair), biogas penghasil gas methan serta produk turunan lainnya.

Total limbah ternak menurut Direktorat Jenderal Peternakan pada tahun 2006 sekitar 98 juta ton per tahun kotoran segar maka potensi gas methan yang dihasilkan setara dengan minyak tanah 4.911 juta liter per tahun dan potensi pupuk yang dihasilkan sekitar 49 ton pupuk padat dan 98 ton pupuk cair.

Dengan pengolahan limbah menjadi biogas akan mempercepat proses produksi kompos dan produksi gas methan sebagai sumber energi bahan bakar gas, juga menekan tingkat pencemaran lingkungan. Penggunaan gas methan sangat berpeluang sebagai pengganti energi bahan bakar gas di pedesaan pada kondisi mendatang.Potensi biogas yang strategis dapat berkembang untuk memotivasi perkembangan berinvestasi masyarakat dalam usaha peternakan khususnya sapi.

Melihat kondisi ekonomi masyarakat terutama masyarakat pelaku usaha pertanian yang secara umum masih di bawah standar kelayakan maka upaya pengolahan limbah adalah sebuah upaya positif gunas meningkatkan perekonomian pelaku usaha pertanian peternakan terutama di pedesaan dan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat pelaku usaha peternakan tersebut.

Sehubungan dengan hal tersebut diatas, Balai Besar Pelathan Peternakan-Batu memiliki peran untuk mengembangkan SDM Pertanian baik aparatur dan non aparatur yng menjadi pelaku utama dan pelaku usaha peternakan. Untuk itu Divisi Limbah dan Hasil Ikutan Ternak BBPP-Batu dibentuk sebagai pelaksana penyelenggaraan diklat Pengolahan Limbah Bagi Aparatur Penyuluh/Petugas Teknis dan Non Aparatur pelaku usaha agribisnis peternakan. Sehingga nantinya penyuluh/petugas teknis/pelaku usaha agribisnis peternakan dapat menguasaidan diharapkan secara langsung maupun tidak langsung dapat menyebarkan ilmu dan teknologi kepada seleuruh pelaku usaha agribisnis peternakan berskala luas dalam rangka mensukseskan program Kementerian Pertanian.

Sarana Prasarana yang dimiliki antara lain :
1. Instalasi reactor biogas
2. Instalasi biourine
3. Mesin granulator
4. Mesin pengayak pupuk
5. Bak Fermentor

Produk Unggulan yang dimiliki antara lain :
1. Gas Bio
2. Pupuk Organik Padat
3. Pupuk Organik Cair

Jenis Diklat

1.Aparatur

Materi yang diberikan meliputi: pembuatan pupuk organik, pembuatan pupuk cair, mengoperasikan instalasi biogas, memanfaatkan gas bio, memanfaatkan pupuk organik.

Tujuan diklat yaitu setelah mengikuti pelatihan peserta diharapkan:

a. Mampu mengolah limbah peternakan sebagai bahan baku biogas dan pembuatan pupk organik.

b. Mengerti proses pengolahan limbah menjadi sumber energi bahan bakar gas untuk rumah tangga peternak.

2.Non aparatur

Materi yang diberikan meliputi: pembuatan pupuk organik, pembuatan pupuk cair, mengoperasikan instalasi biogas, memanfaatkan gas bio, memanfaatkan pupuk organik.

Tujuan diklat yaitu setelah mengikuti pelatihan peserta diharapkan:

a. Mampu mengolah limbah peternakan sebagai bahan baku biogas dan pembuatan pupk organik.

b. Mengerti proses pengolahan limbah menjadi sumber energi bahan bakar gas untuk rumah tangga peternak.