LIDAH BUAYA (Aloe barbadensis Miller) sebagai Terapi Alternatif Pada Penyakit Ternak

LIDAH BUAYA (Aloe barbadensis Miller) sebagai Terapi Alternatif Pada Penyakit Ternak

Oleh : drh.Reni Indarwati (Widyaiswara Muda) Balai Besar Pelatihan Peternakan – Batu

Pemanfaatan obat-obatan tradisional yang berasal dari tanaman semakin diminati karena tidak mempunyai efek samping seperti halnya obat-obatan dari bahan kimia atau sintetis (SUMARYONO, 2002). Lidah buaya (Aloe vera) merupakan salah satu tanaman obat dari suku Liliaceae, tanaman ini berasal dari Afrika, masuk Indonesia sekitar abad ke-17,mempunyai daya adaptasi tinggi dan kegunaan beraneka ragam. Pada umumnya, tanaman ini dapat diperbanyak secara vegetatif melalui anakan, sehingga akan lebih cepat tumbuh (RAHAYUNI et al., 2002). Dengan demikian, Aloe vera merupakan salah satu jenis tanaman obat tradisional yang potensial untuk dikembangkan di Indonesia. Ada lebih dari 350 jenis lidah buaya yang termasuk dalam suku Liliaceae dan tidak sedikit yang merupakan hasil persilangan. Ada tiga jenis lidah buaya yang dibudidayakan secara komersial di dunia yaitu Aloe vera atau Aloe barbadensis Miller, Cape aloe atau Aloe ferox Miller dan Socotrine aloe atau Aloe perry Baker.

Dari tiga jenis tersebut, yang banyak dimanfaatkan adalah spesies Aloe barbadensis Miller, karena jenis ini mempunyai banyak keunggulan yaitu: tahan hama, ukurannya dapat mencapai 121 cm, berat per batangnya bisa mencapai 4 kg, mengandung 75 nutrisi serta aman dikonsumsi. Zat-zat yang terkandung di dalam gel lidah buaya seperti terlihat pada tabel 1 di bawah ini :

Tabel 1. Zat-zat yang terkandung di dalam gel Lidah buaya

Sumber:  Josias H.Hamman,2008

Khasiat Aloe barbadensis Miller /Aloe vera

 

Beberapa khasiat daun Aloe vera bagi kesehatan ternak, antara lain :

1.  Menurunkan infeksi cacing pada sapi. Penelitian yang dilakukan oleh Siti Aisyah, 2011 menunujukkan bahwa  sapi PFH yang telah diberi 4 kg daun lidah buaya setelah 12 hari mengalami penurunan infeksi cacing  Strongylus dan  Fasciola gigantica, dan tidak terjadi kelainan dalam sistem pencernaan secara klinis. Penurunan infeksi  cacing disebabkan karena kandungan protease dan steroid pada Aloe vera yang menyebabkan kematian pada cacing.

2.    Sebagai antibiotik dan antivirus. Beberapa penelitian yang mendukung bahwa Aloe vera sebagai antibiotik dan antiviral, antara lain :

a.   Ni Kadek Ariyanti dkk (2012) telah melakukan penelitian daya hambat ekstrak kulit daun lidah buaya terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923 dan Escheria coli ATCC 25922. Ekstrak kulit daun lidah buaya pada konsentrasi 100% mempunyai daya hambat yang paling tinggi terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus ATCC 25923 dan konsentrasi 75% ekstrak kulit daun lidah buaya mempunyai daya hambat paling tinggi terhadap bakteri E.coli ATCC 25922. Staphylococcus aureus adalah salah satu bakteri penyebab penyakit mastitis dan E. Coli adalah bakteri penyebab diare.

b.  Ening Wiedosari, 2007 menuliskan  tentang peranan imunomodulator alami (Aloe vera) dalam sistem imunitas seluler dan humoral. Kandungan senyawa acemannan (acetylated mannosa) dalam Aloe vera mempunyai efek sebagai sebagai imunomodulator pada hewan. Efek imunomodulator zat tersebut cepat meningkatkan aktivitas sel-sel efektor seperti limfosit dan makrofag sehingga memproduksi dan melepas sitokin, interleukin (IL-1,IL-6,IL-12) dan tumor necrosis factor alpha (TNFα). Dengan demikian ekstrak Aloe vera dapat digunakan untuk mengatasi penyakit yang disebabkan oleh agen infeksius (bakteri dan virus) yang bersifat intraseluler.

c.   R.Susanti (2012) mengamati aktivitas Reactive Oxygen Species (ROS) Makrofag akibat stimulasi gel lidah buaya pada infeksi Salmonella typhimurium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian gel Aloe vera berpengaruh signifikan terhadap peningkatan produksi ROS makrofag mencit BALB/c yang diinfeksi Salmonella typhimurium. Pemberian gel Aloe vera dosis 0,5 ml/ekor/hari sudah mampu meningkatkan produksi ROS makrofag.S.typhimurium merupakan penyebab penyakit Salmonellosis pada ternak dengan gejala klinis gastroenterirts.

3.    Penggunaan lidah buaya (Aloe vera) untuk burung sebenarnya sudah cukup lama dipraktikkan sejumlah penggemar dan penangkar burung di berbagai negara, dan terbukti ampuh mengatasi berbagai gangguan kesehatan. Meskipun ada pro dan kontra karena kekhawatiran gel pada Aloe vera dapat mengganggu saluran pencernaan dan pernafasan. Beberapa uji coba yang pernah diterapkan antara lain :

a.   Ekstrak lidah buaya (Aloe vera) membantu mengatasi gangguan pencernaan akibat pakan terinfeksi bakteri. Selain itu, Aloe vera juga digunakan sebagai obat luka akibat infeksi maupun luka bakar. Selain itu, Aloe vera juga berfungsi sebagai antiseptik pada saat potong paruh dan potong kuku.

b.   Menghentikan pertumbuhan bakteri dan jamur pada kulit dan bulu. Pada burung yang suka mencabuti bulunya sendiri sehingga timbul iritasi pada kulit burung, maka bisa disemprotkan gel lidah buaya yang telah dibuat cairan pada kulit dan bulunya. Akan tetapi perilaku burung yang seperti ini bisa juga disebabkan oleh : stres dan kutu atau tungau. Pemberian Aloe vera tidak akan efektif pada kondisi tersebut, sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap penyebabnya.

c.   Pemberian Aloe vera sebagai pakan burung juga bisa membantu mencegah kerusakan bulu. Kandungan magnesium laktat pada Aloe vera sebagai penghambat pelepasan histamin yang dapat menyebabkan iritasi kulit dan rasa gatal.

Berikut ini adalah aplikasi praktis pemanfaatan Aloe vera untuk kesehatan burung (Aries Munadi, 2013) :

a. Sebagai pakan penambah energi
    Lidah buaya dibelah menjadi dua dan ambil bagian dalam (daging), potong kecil-kecil dan campurkan pada tempat pakan burung.
b. Sebagai obat luka atau semprotan/sprayer
–       Isi toples kaca degan 1 liter aquades
–       Masukkan potongan daging lidah buaya (115gr) ke dalam cairan tersebut
–      Simpan toples dalam lemari es selama 24 jam. Pada 1 jam pertama lidah buaya masih terlihat mengapung, setelah beberapa jam,    lidah buaya akan tenggelam ke dasar toples dan cairan siap digunakan (disarankan lebih dari 24 jam)

c. Sebagai minuman : campurkan cairan tersebut di atas dengan aquades dengan perbandingan 1:1

Selamat Mencoba !

Sumber :

 1.      Aries Munadi. 2013. Manfaat Lidah Buaya untuk Burunghttp://omkicau.com/2013/03/28/manfaat-lidah-buaya-untuk-burung/. Diakses tanggal 4 Agustus 2014.

2.      Ening Wiedosari. 2007. Peranan Imunomodulator Alami ( Aloe vera) Dalam Imunitas Seluler dan Humoral. Balai Besar Penelitian Veteriner. Bogor

3.      Josias H.Hamman. 2008. Composition and Application of Aloe vera Laef Gel. Molecules 2008, 13, 1599-1616; DOI: 10.3390/molecules13081599. ISSN 1420-3049

4.      MH.Togatorop, dkk. 2001. Pemanfaatan Tanaman Lidah Buaya Secara Tradisional dan Studi Kandungan Bioaktifnya. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Balai Penelitian Ternak. Bogor

5.      Ni Kadek Ariyanti, dkk. 2012. Daya Hambat Ekstrak Kulit Daun Lidah Buaya (Aloe barbadensis Miller) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923 dan Escheria coli ATCC 25922. Jurnal Biologi XVI(1):1-4

6.      R.Susanti,dkk. 2012. Aktivitas Reactive Oxygen Species Makrofag Akibat Stimulasi Gel Lidah Buaya pada Infeksi Salmonella typhimurium. Jurnal MIPA 35 (1) (2012). http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/JM

7.      Siti Aisyah. 2011. Tingkat Produksi Susu dan Kesehatan Sapi Perah dengan Pemberian Aloe barbadensis Miller. http://ejournal.umm.ac.id/index.php/gamma/article/view/1421

 

Sumber:  Josias H.Hamman,2008

Khasiat Aloe barbadensis Miller /Aloe vera

 

Beberapa khasiat daun Aloe vera bagi kesehatan ternak, antara lain :

1.    Menurunkan infeksi cacing pada sapi. Penelitian yang dilakukan oleh Siti Aisyah, 2011 menunujukkan bahwa  sapi PFH yang telah diberi 4 kg daun lidah buaya setelah 12 hari mengalami penurunan infeksi cacing  Strongylus dan  Fasciola gigantica, dan tidak terjadi kelainan dalam sistem pencernaan secara klinis. Penurunan infeksi  cacing disebabkan karena kandungan protease dan steroid pada Aloe vera yang menyebabkan kematian pada cacing.

2.    Sebagai antibiotik dan antivirus. Beberapa penelitian yang mendukung bahwa Aloe vera sebagai antibiotik dan antiviral, antara lain :

a.       Ni Kadek Ariyanti dkk (2012) telah melakukan penelitian daya hambat ekstrak kulit daun lidah buaya terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923 dan Escheria coli ATCC 25922. Ekstrak kulit daun lidah buaya pada konsentrasi 100% mempunyai daya hambat yang paling tinggi terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus ATCC 25923 dan konsentrasi 75% ekstrak kulit daun lidah buaya mempunyai daya hambat paling tinggi terhadap bakteri E.coli ATCC 25922. Staphylococcus aureus adalah salah satu bakteri penyebab penyakit mastitis dan E. Coli adalah bakteri penyebab diare.

b.      Ening Wiedosari, 2007 menuliskan  tentang peranan imunomodulator alami (Aloe vera) dalam sistem imunitas seluler dan humoral. Kandungan senyawa acemannan (acetylated mannosa) dalam Aloe vera mempunyai efek sebagai sebagai imunomodulator pada hewan. Efek imunomodulator zat tersebut cepat meningkatkan aktivitas sel-sel efektor seperti limfosit dan makrofag sehingga memproduksi dan melepas sitokin, interleukin (IL-1,IL-6,IL-12) dan tumor necrosis factor alpha (TNFα). Dengan demikian ekstrak Aloe vera dapat digunakan untuk mengatasi penyakit yang disebabkan oleh agen infeksius (bakteri dan virus) yang bersifat intraseluler.

c.       R.Susanti (2012) mengamati aktivitas Reactive Oxygen Species (ROS) Makrofag akibat stimulasi gel lidah buaya pada infeksi Salmonella typhimurium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian gel Aloe vera berpengaruh signifikan terhadap peningkatan produksi ROS makrofag mencit BALB/c yang diinfeksi Salmonella typhimurium. Pemberian gel Aloe vera dosis 0,5 ml/ekor/hari sudah mampu meningkatkan produksi ROS makrofag.S.typhimurium merupakan penyebab penyakit Salmonellosis pada ternak dengan gejala klinis gastroenterirts.

3.    Penggunaan lidah buaya (Aloe vera) untuk burung sebenarnya sudah cukup lama dipraktikkan sejumlah penggemar dan penangkar burung di berbagai negara, dan terbukti ampuh mengatasi berbagai gangguan kesehatan. Meskipun ada pro dan kontra karena kekhawatiran gel pada Aloe vera dapat mengganggu saluran pencernaan dan pernafasan. Beberapa uji coba yang pernah diterapkan antara lain :

a.       Ekstrak lidah buaya (Aloe vera) membantu mengatasi gangguan pencernaan akibat pakan terinfeksi bakteri. Selain itu, Aloe vera juga digunakan sebagai obat luka akibat infeksi maupun luka bakar. Selain itu, Aloe vera juga berfungsi sebagai antiseptik pada saat potong paruh dan potong kuku.

b.      Menghentikan pertumbuhan bakteri dan jamur pada kulit dan bulu. Pada burung yang suka mencabuti bulunya sendiri sehingga timbul iritasi pada kulit burung, maka bisa disemprotkan gel lidah buaya yang telah dibuat cairan pada kulit dan bulunya. Akan tetapi perilaku burung yang seperti ini bisa juga disebabkan oleh : stres dan kutu atau tungau. Pemberian Aloe vera tidak akan efektif pada kondisi tersebut, sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap penyebabnya.

c.       Pemberian Aloe vera sebagai pakan burung juga bisa membantu mencegah kerusakan bulu. Kandungan magnesium laktat pada Aloe vera sebagai penghambat pelepasan histamin yang dapat menyebabkan iritasi kulit dan rasa gatal.

 

Berikut ini adalah aplikasi praktis pemanfaatan Aloe vera untuk kesehatan burung (Aries Munadi, 2013) :

a.       Sebagai pakan penambah energi

Lidah buaya dibelah menjadi dua dan ambil bagian dalam (daging), potong kecil-kecil dan campurkan pada tempat pakan burung.

b.      Sebagai obat luka atau semprotan/sprayer

       Isi toples kaca degan 1 liter aquades

       Masukkan potongan daging lidah buaya (115gr) ke dalam cairan tersebut

       Simpan toples dalam lemari es selama 24 jam. Pada 1 jam pertama lidah buaya masih terlihat mengapung, setelah beberapa jam, lidah buaya akan tenggelam ke dasar toples dan cairan siap digunakan (disarankan lebih dari 24 jam)

c.       Sebagai minuman : campurkan cairan tersebut di atas dengan aquades dengan perbandingan 1:1

 

Selamat Mencoba !

 

 

 

Sumber :

 

1.      Aries Munadi. 2013. Manfaat Lidah Buaya untuk Burunghttp://omkicau.com/2013/03/28/manfaat-lidah-buaya-untuk-burung/. Diakses tanggal 4 Agustus 2014.

2.      Ening Wiedosari. 2007. Peranan Imunomodulator Alami ( Aloe vera) Dalam Imunitas Seluler dan Humoral. Balai Besar Penelitian Veteriner. Bogor

3.      Josias H.Hamman. 2008. Composition and Application of Aloe vera Laef Gel. Molecules 2008, 13, 1599-1616; DOI: 10.3390/molecules13081599. ISSN 1420-3049

4.      MH.Togatorop, dkk. 2001. Pemanfaatan Tanaman Lidah Buaya Secara Tradisional dan Studi Kandungan Bioaktifnya. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Balai Penelitian Ternak. Bogor

5.      Ni Kadek Ariyanti, dkk. 2012. Daya Hambat Ekstrak Kulit Daun Lidah Buaya (Aloe barbadensis Miller) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923 dan Escheria coli ATCC 25922. Jurnal Biologi XVI(1):1-4

6.      R.Susanti,dkk. 2012. Aktivitas Reactive Oxygen Species Makrofag Akibat Stimulasi Gel Lidah Buaya pada Infeksi Salmonella typhimurium. Jurnal MIPA 35 (1) (2012). http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/JM

7.      Siti Aisyah. 2011. Tingkat Produksi Susu dan Kesehatan Sapi Perah dengan Pemberian Aloe barbadensis Miller. http://ejournal.umm.ac.id/index.php/gamma/article/view/1421

000-017   000-080   000-089   000-104   000-105   000-106   070-461   100-101   100-105  , 100-105  , 101   101-400   102-400   1V0-601   1Y0-201   1Z0-051   1Z0-060   1Z0-061   1Z0-144   1z0-434   1Z0-803   1Z0-804   1z0-808   200-101   200-120   200-125  , 200-125  , 200-310   200-355   210-060   210-065   210-260   220-801   220-802   220-901   220-902   2V0-620   2V0-621   2V0-621D   300-070   300-075   300-101   300-115   300-135   3002   300-206   300-208   300-209   300-320   350-001   350-018   350-029   350-030   350-050   350-060   350-080   352-001   400-051   400-101   400-201   500-260   640-692   640-911   640-916   642-732   642-999   700-501   70-177   70-178   70-243   70-246   70-270   70-346   70-347   70-410   70-411   70-412   70-413   70-417   70-461   70-462   70-463   70-480   70-483   70-486   70-487   70-488   70-532   70-533   70-534   70-980   74-678   810-403   9A0-385   9L0-012   9L0-066   ADM-201   AWS-SYSOPS   C_TFIN52_66   c2010-652   c2010-657   CAP   CAS-002   CCA-500   CISM   CISSP   CRISC   EX200   EX300   HP0-S42   ICBB   ICGB   ITILFND   JK0-022   JN0-102   JN0-360   LX0-103   LX0-104   M70-101   MB2-704   MB2-707   MB5-705   MB6-703   N10-006   NS0-157   NSE4   OG0-091   OG0-093   PEGACPBA71V1   PMP   PR000041   SSCP   SY0-401   VCP550