Dampak Invasif Alien Spesies Terhadap Masyarakat

Dampak Invasif Alien Spesies Terhadap Masyarakat

Oleh :
drh. Widya Ayu Prasdini – BBPP Batu

INVASIF ALIEN SPECIES (IAS) merupakan “Issue” yang sedang berkembang pada saat ini. Mengapa demikian ? Dengan masuknya tanaman maupun hewan asing ditengarai akan mempengaruhi keanekaragaman hayati pada suatu wilayah. IAS biasa disebut juga dengan  spesies eksotik yang sangat mempengaruhi keberadaan spesies natural yang beresiko terhadap kerusakan habitat, kepunahan, mengurangi potensi hijauan, dan juga mempengaruhi kesehatan  manuasia.
Karakter umum dari IAS adalah diperkenalkan diluar dari habitat alami mereka, dapat berreproduksi secara cepat, selalu bersaing dengan habitat asli, serta sering diperkenalkan secara sengaja maupun tanpa disengaja melalui jalur perdagangan dan pariwisata.
Dengan karakteristik seperti hal tersebut diatas, IAS merupakan suatu ancaman bagi keragaman hayati. Namun untuk membahas lebih dalam tentang dampak dari IAS harus dapat diketahui terlebih dahulu mengenai hubungan antara IAS dengan ekosistem seperti:  spesies apakah yang akan diserang, sejauh mana invasi dari spesies asing tersebut berlangsung dan bagaimana kerentanan ekosistem yang terserang. Dengan mengenal keadaan – keadaan tersebut dapat ditentukan bahwa IAS memiliki efek yang luas terhadap habitat terserang.  Resiko utama dengan pengenalan spesies asing ialah :
1.    Permasalahan habitat
2.    Ancaman kepunahan terhadap hewan maupun tumbuhan
3.    Degradasi ekosistem alami karena kerentanan spesies asli
4.    Berkurangnya potensi hijauan karena invasi dari tanaman asing
5.    Penurunan kualitas kesehatan manusia

ANCAMAN IAS
Infasi dari spesies asing diakui sebagai salah satu dari ancaman biologis terbesar bagi lingkungan dan kesejahteraan ekonomi. Efek ekologi akibat dari infasi spesies asing sering kali sulit dikembalikan dalam bentuk alami asli. Pemberantasan dan pengendalian spesies asing pun sulit dilakukan. Beberapa bentuk ancaman dari IAS :
1.    Ancaman terhadap ekologi, seperti :
a.    Perubahan habitat asli
b.    Perubahan keadaan lingkungan ( Hidrologi, gangguan air, tanah dan kimia )
c.    Berefek terhadap komunitas, biologis, spesies populasi dan genetik.
Keadaan tersebut dapat terjadi karena spesies asing :
–    mampu bersaing dengan flora maupun fauna asli
–    memiliki kemampuan untuk menghancurkan habitat alami / asli
–    merupakan penyebab, membawa dan menyebarkan penyakit
–    mampu mengubah alam ekosistem
–    selalu bersaing dengan spesies asli
–    dapat berreproduksi dengan cepat dan dapat berhibridisasi dengan spesies asli
–    diperkenalkan dengan sengaja maupun tanpa disengaja melalui jalur perdagangan

2.    Ancaman terhadap perekonomian dan kesehatan
IAS sangat mempengaruhi kondisi sosio ekonomi, sebab IAS mmapu menghancurkan habitat merumput ternak, mengurangi hasil dan kualitas tanaman pertanian, mengganggu regenerasi hutan, meningkatkan erosi tanah, menurunkan kualitas air, menghancurkan habitat ikan dan organisme air lain yang digunakan secara komersial, membahayakan kesehatan masyarakat dan keselamatan manusia,  serta penurunan dari kondisi ternak.
Sebagai contoh dari keadaan ini adalah :
a.    Invasi tanaman asing “Knapweed” di British Columbia, diceritakan bahwa invasi tanaman asing ini dapat menimbulkan korban pertanian, mengurangi potensi hijauan, menghilangkan koleksi berbagai jenis tanaman dan menurunkan hasil panen sampai dengan 10 – 15 % pertahun. Dengan masuknya “ Knapweed”, peternak sapi mengalami kerugian untuk pakan hijauan sampai $ 400.000 pertahun karena padang rumput yang biasa untuk menggembalakan sapi dipenuhi dengan “Knapweed” sehingga persediaan rumput hijauan sebagai pakan dalam kondisi terbatas.
b.    Berkembangnya penyakit “West Nile” di wilayah Amerika Utara.  Perkembangan penyakit ini diawali di daerah hutan Amerika Utara yang merupakan wilayah bebas masuk wisatawan Asia maupun Amerika dan juga aneka burung. Penyakit ini ditularkan oleh nyamuk sebagai vektor perantara bagi virus West Nile sebab nyamuk tersebut memakan darah dari burung yang terinfeksi oleh virus West Nile. Bagi orang yang sering keluar masuk wilayah tersebut akan dengan mudah terpapar dengan penyakit West Nile.

3.    Ancaman terhadap perdagangan
IAS dapat merusak / menghancurkan spesies komersiil, atau membuat suatu spesies tidak diterima dalam ekspor. Dengan adanya spesies asing pada suatu wilayah maka akan ada pembatasan pedagangan dari mitra dagang. Dengan adanya pembatasan perdagangan akan menimbulkan dampak yang luas yang negatif, diantaranya : penurunan keuntungan penjualan suatu produk, timbulnya kompensai dan kehilangan lapang pekerjaan.
Kejadian tersebut dapat ditemui pada Oktober 2000, dimana Departemen Pertanian Amerika Serikat memberlakukan pelarangan impor dari Pangeran Edward Island karena virus kutil kentang. Pelarangan ini dicabut 6 (enam) bulan kemudian. Namun meskipun waktu pelarangan tidak berlangsung lama, tetapi dalam jangka waktu tersebut sudah terjadi kerugian sampai $ 83.5 million.
Contoh kejadian lain akibat IAS ditemukan di wilayah British Columbia yang  ditengarai sebagai sumber penyebaran kutu ngengat Gypsi. Kutu tersebut menyerang kayu mentah. Apabila kehadiran kutu ini menjadi wabah, maka British Columbia harus mengeluarkan dana lebih untuk program pemantauan, pemberantasan dan karantina. Sebab apabila keadaan ini tidak sesegera mungkin tertangani, negara pengimport kayu mentah akan berkomitmen untuk menjaga agar kutu tersebut tidak sampai menyebar ke wilayahnya dengan melakukan pembatasan – pembatasan terhadap produk yang masuk.

EFEK IAS
IAS memiliki pengaruh yang besar terhadap efek ekologi dengan hilangnya habitat asli dan hilangnya heterogenitas habitat asli. Beberapa efek IAS
A.    Terhadap ekologi dan pengaruhnya:
1.    Perubahan habitat asli, mengakibatkan :
a.    Terbentuknya habitat baru
b.    Hilangnya heterogenitas alami
c.    Perubahan struktur tanah
d.    Perubahan iklim mikro
e.    Perubahan morfologi alam
f.    Perubahan alami cahaya
g.    Perubahan rezim suhu air
h.    Perubahan rezim nutrisi alami
i.    Perubahan fisik habitat
j.    Perubahan rezim sedimen alami

2.    Perubahan rezim hidrologi
a.    Perubahan rezim permukaan aliran air alami
b.    Perubahan rezim permukaan run off air alami
c.    Perubahan air tanah alami
d.    Perubahan kelembaban tanag alami
e.    Perubahan hidrologi

3.    Efek terhadap populasi spesies
a.    Kehilangan / penurunan populasi spesies asli melalui predator
b.    Kehilangan / penurunan populasi spesies asli melalui kompetisi makanan, tempat tinggal, habitat dsb.
c.    Kehilangan / penurunan populasi melalui patogen / parasit yang dibawa oleh alien invasif
d.    Penurunan tingkat reproduksi populasi asli
e.    Penurunan fekunditas populasi asli
f.    Penurunan tingkat pertumbuhan populasi asli
g.    Perubahan perilaku populasi spesies asli

4.    Efek genetik
a.    Hilangnya variabilitas genetik melalui hibridisasi
b.    Hilangnya variabilitas genetik melalui introgresi / gene swapping (erosi spesies asli)

B.    Terhadap perdagangan
1.    Pendapatan
a.    Penurunan pendapatan
b.    Penurunan produk domestik karena aturan hukum
c.    Peningkatan pengeluaran pemerintah
2.    Suplai pangan
a.    Berkurangnya persediaan pangan
b.    Kehilangan kesempatan kerja
3.    Akses sumber pangan lokal
a.    Penurunan sumber daya lokal seperti perikanan
b.    Penurunan pasokan air untuk keperluan rumah tangga
c.    Penurunan pasokan air minum
d.    Penurunan pasokan air untuk komersial
4.    Industri
a.    Penurunan produktivitas pertanian
b.    Penurunan produktivitas budaya
c.    Peningkatan biaya kesehatan ternak
d.    Penurunan efisiensi transportasi
e.    Penurunan produktivitas tenaga kerja
f.    Penurunan dibidang pariwisata
g.    Peningkatan konflik perdagangan

C.    Terhadap Kesehatan Manusia
a.    Kepunahan manusia
b.    Penurunan kesehatan masyarakat
c.    Penurunan harapan hidup
d.    Penurunan tingkat kesuburan
e.    Penurunan populasi
f.    Perubahan struktur kelompok umur

PENGENDALIAN TERHADAP ANCAMAN IAS

Dampak ekologi dari IAS dapat terjadi ditingkat manapun atau diseluruh fungsi organisasi biotik yang dapat menimbulkan pengaruh langsung maupun tidak langsung . Apabila ada IAS yang sengaja diperkenalkan, dampak tersebut dapat dirasakan dengan segera atau beberapa tahun kemudian. IAS dapat bertahan dalam jangka pendek maupun jangka panjang sehingga dapat memperbesar efek lain pada sistem seperti perusakan habitat. IAS tidak mudah dirasakan namun akan terjadi akumulasi dari waktu ke waktu, oleh sebab itu harus dipikirkan langkah tepat untuk pengendalian IAS.

Beberapa pengendalian yang dapat dilakukan terhadap ancaman IAS :

1.    Mempertahankan ekosistem untuk mengurangi kemungkinan dan meminimalkan efek samping hadirnya IAS
2.    Menilai dan mengelola IAS yang sengaja diperkenalkan atau memindahkan ke lokasi yang lebih menguntungkan dari sisi sosio ekonomi dan lingkungan
3.    Mendeteksi, memberantas / mengendalikan spesies yang datang ke lingkungan baru sehingga mengurangi efek negatif terhadap kesejahteraan manusia dan keanekaragaman hayati

SUMBER :
Rankin.C & Assoc, B. Jacqueline & Assoc.May 2004. Invasive Alies Species Framework for BC : Identifying and Addressing Threats to Biodiversity “ A Working document to address issues associated with biodiversity in British Columbia. Biodiversity Branch Ministry of Water, Land & Air Protection.

DAMPAK INVASIF ALIEN SPESIES TERHADAP MASYARAKAT

 

INVASIF ALIEN SPECIES (IAS) merupakan “Issue” yang sedang berkembang pada saat ini. Mengapa demikian ? Dengan masuknya tanaman maupun hewan asing ditengarai akan mempengaruhi keanekaragaman hayati pada suatu wilayah. IAS biasa disebut juga dengan  spesies eksotik yang sangat mempengaruhi keberadaan spesies natural yang beresiko terhadap kerusakan habitat, kepunahan, mengurangi potensi hijauan, dan juga mempengaruhi kesehatan  manuasia.

Karakter umum dari IAS adalah diperkenalkan diluar dari habitat alami mereka, dapat berreproduksi secara cepat, selalu bersaing dengan habitat asli, serta sering diperkenalkan secara sengaja maupun tanpa disengaja melalui jalur perdagangan dan pariwisata.

Dengan karakteristik seperti hal tersebut diatas, IAS merupakan suatu ancaman bagi keragaman hayati. Namun untuk membahas lebih dalam tentang dampak dari IAS harus dapat diketahui terlebih dahulu mengenai hubungan antara IAS dengan ekosistem seperti:  spesies apakah yang akan diserang, sejauh mana invasi dari spesies asing tersebut berlangsung dan bagaimana kerentanan ekosistem yang terserang. Dengan mengenal keadaan – keadaan tersebut dapat ditentukan bahwa IAS memiliki efek yang luas terhadap habitat terserang.  Resiko utama dengan pengenalan spesies asing ialah :

1.    Permasalahan habitat

2.    Ancaman kepunahan terhadap hewan maupun tumbuhan

3.    Degradasi ekosistem alami karena kerentanan spesies asli

4.    Berkurangnya potensi hijauan karena invasi dari tanaman asing

5.    Penurunan kualitas kesehatan manusia

 

ANCAMAN IAS

Infasi dari spesies asing diakui sebagai salah satu dari ancaman biologis terbesar bagi lingkungan dan kesejahteraan ekonomi. Efek ekologi akibat dari infasi spesies asing sering kali sulit dikembalikan dalam bentuk alami asli. Pemberantasan dan pengendalian spesies asing pun sulit dilakukan. Beberapa bentuk ancaman dari IAS :

1.    Ancaman terhadap ekologi, seperti :

a.    Perubahan habitat asli

b.    Perubahan keadaan lingkungan ( Hidrologi, gangguan air, tanah dan kimia )

c.    Berefek terhadap komunitas, biologis, spesies populasi dan genetik.

Keadaan tersebut dapat terjadi karena spesies asing :

       mampu bersaing dengan flora maupun fauna asli

       memiliki kemampuan untuk menghancurkan habitat alami / asli

       merupakan penyebab, membawa dan menyebarkan penyakit

       mampu mengubah alam ekosistem

       selalu bersaing dengan spesies asli

       dapat berreproduksi dengan cepat dan dapat berhibridisasi dengan spesies asli

       diperkenalkan dengan sengaja maupun tanpa disengaja melalui jalur perdagangan

 

2.    Ancaman terhadap perekonomian dan kesehatan

IAS sangat mempengaruhi kondisi sosio ekonomi, sebab IAS mmapu menghancurkan habitat merumput ternak, mengurangi hasil dan kualitas tanaman pertanian, mengganggu regenerasi hutan, meningkatkan erosi tanah, menurunkan kualitas air, menghancurkan habitat ikan dan organisme air lain yang digunakan secara komersial, membahayakan kesehatan masyarakat dan keselamatan manusia,  serta penurunan dari kondisi ternak.

Sebagai contoh dari keadaan ini adalah :

a.    Invasi tanaman asing “Knapweed” di British Columbia, diceritakan bahwa invasi tanaman asing ini dapat menimbulkan korban pertanian, mengurangi potensi hijauan, menghilangkan koleksi berbagai jenis tanaman dan menurunkan hasil panen sampai dengan 10 – 15 % pertahun. Dengan masuknya “ Knapweed”, peternak sapi mengalami kerugian untuk pakan hijauan sampai $ 400.000 pertahun karena padang rumput yang biasa untuk menggembalakan sapi dipenuhi dengan “Knapweed” sehingga persediaan rumput hijauan sebagai pakan dalam kondisi terbatas.

b.    Berkembangnya penyakit “West Nile” di wilayah Amerika Utara.  Perkembangan penyakit ini diawali di daerah hutan Amerika Utara yang merupakan wilayah bebas masuk wisatawan Asia maupun Amerika dan juga aneka burung. Penyakit ini ditularkan oleh nyamuk sebagai vektor perantara bagi virus West Nile sebab nyamuk tersebut memakan darah dari burung yang terinfeksi oleh virus West Nile. Bagi orang yang sering keluar masuk wilayah tersebut akan dengan mudah terpapar dengan penyakit West Nile.

 

 

3.    Ancaman terhadap perdagangan

IAS dapat merusak / menghancurkan spesies komersiil, atau membuat suatu spesies tidak diterima dalam ekspor. Dengan adanya spesies asing pada suatu wilayah maka akan ada pembatasan pedagangan dari mitra dagang. Dengan adanya pembatasan perdagangan akan menimbulkan dampak yang luas yang negatif, diantaranya : penurunan keuntungan penjualan suatu produk, timbulnya kompensai dan kehilangan lapang pekerjaan.

Kejadian tersebut dapat ditemui pada Oktober 2000, dimana Departemen Pertanian Amerika Serikat memberlakukan pelarangan impor dari Pangeran Edward Island karena virus kutil kentang. Pelarangan ini dicabut 6 (enam) bulan kemudian. Namun meskipun waktu pelarangan tidak berlangsung lama, tetapi dalam jangka waktu tersebut sudah terjadi kerugian sampai $ 83.5 million.

Contoh kejadian lain akibat IAS ditemukan di wilayah British Columbia yang  ditengarai sebagai sumber penyebaran kutu ngengat Gypsi. Kutu tersebut menyerang kayu mentah. Apabila kehadiran kutu ini menjadi wabah, maka British Columbia harus mengeluarkan dana lebih untuk program pemantauan, pemberantasan dan karantina. Sebab apabila keadaan ini tidak sesegera mungkin tertangani, negara pengimport kayu mentah akan berkomitmen untuk menjaga agar kutu tersebut tidak sampai menyebar ke wilayahnya dengan melakukan pembatasan – pembatasan terhadap produk yang masuk.

 

EFEK IAS

IAS memiliki pengaruh yang besar terhadap efek ekologi dengan hilangnya habitat asli dan hilangnya heterogenitas habitat asli. Beberapa efek IAS

A.    Terhadap ekologi dan pengaruhnya:

1.    Perubahan habitat asli, mengakibatkan :

a.    Terbentuknya habitat baru

b.    Hilangnya heterogenitas alami

c.    Perubahan struktur tanah

d.    Perubahan iklim mikro

e.    Perubahan morfologi alam

f.     Perubahan alami cahaya

g.    Perubahan rezim suhu air

h.    Perubahan rezim nutrisi alami

i.      Perubahan fisik habitat

j.     Perubahan rezim sedimen alami

 

2.    Perubahan rezim hidrologi

a.    Perubahan rezim permukaan aliran air alami

b.    Perubahan rezim permukaan run off air alami

c.    Perubahan air tanah alami

d.    Perubahan kelembaban tanag alami

e.    Perubahan hidrologi

 

3.    Efek terhadap populasi spesies

a.    Kehilangan / penurunan populasi spesies asli melalui predator

b.    Kehilangan / penurunan populasi spesies asli melalui kompetisi makanan, tempat tinggal, habitat dsb.

c.    Kehilangan / penurunan populasi melalui patogen / parasit yang dibawa oleh alien invasif

d.    Penurunan tingkat reproduksi populasi asli

e.    Penurunan fekunditas populasi asli

f.     Penurunan tingkat pertumbuhan populasi asli

g.    Perubahan perilaku populasi spesies asli

 

 

4.    Efek genetik

a.    Hilangnya variabilitas genetik melalui hibridisasi

b.    Hilangnya variabilitas genetik melalui introgresi / gene swapping (erosi spesies asli)

 

B.    Terhadap perdagangan

1.    Pendapatan

a.    Penurunan pendapatan

b.    Penurunan produk domestik karena aturan hukum

c.    Peningkatan pengeluaran pemerintah

2.    Suplai pangan

a.    Berkurangnya persediaan pangan

b.    Kehilangan kesempatan kerja

3.    Akses sumber pangan lokal

a.    Penurunan sumber daya lokal seperti perikanan

b.    Penurunan pasokan air untuk keperluan rumah tangga

c.    Penurunan pasokan air minum

d.    Penurunan pasokan air untuk komersial

4.    Industri

a.    Penurunan produktivitas pertanian

b.    Penurunan produktivitas budaya

c.    Peningkatan biaya kesehatan ternak

d.    Penurunan efisiensi transportasi

e.    Penurunan produktivitas tenaga kerja

f.     Penurunan dibidang pariwisata

g.    Peningkatan konflik perdagangan

 

C.    Terhadap Kesehatan Manusia

a.    Kepunahan manusia

b.    Penurunan kesehatan masyarakat

c.    Penurunan harapan hidup

d.    Penurunan tingkat kesuburan

e.    Penurunan populasi

f.     Perubahan struktur kelompok umur

PENGENDALIAN TERHADAP ANCAMAN IAS

 

Dampak ekologi dari IAS dapat terjadi ditingkat manapun atau diseluruh fungsi organisasi biotik yang dapat menimbulkan pengaruh langsung maupun tidak langsung . Apabila ada IAS yang sengaja diperkenalkan, dampak tersebut dapat dirasakan dengan segera atau beberapa tahun kemudian. IAS dapat bertahan dalam jangka pendek maupun jangka panjang sehingga dapat memperbesar efek lain pada sistem seperti perusakan habitat. IAS tidak mudah dirasakan namun akan terjadi akumulasi dari waktu ke waktu, oleh sebab itu harus dipikirkan langkah tepat untuk pengendalian IAS.

Beberapa pengendalian yang dapat dilakukan terhadap ancaman IAS :

1.    Mempertahankan ekosistem untuk mengurangi kemungkinan dan meminimalkan efek samping hadirnya IAS

2.    Menilai dan mengelola IAS yang sengaja diperkenalkan atau memindahkan ke lokasi yang lebih menguntungkan dari sisi sosio ekonomi dan lingkungan

3.    Mendeteksi, memberantas / mengendalikan spesies yang datang ke lingkungan baru sehingga mengurangi efek negatif terhadap kesejahteraan manusia dan keanekaragaman hayati

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SUMBER :

Rankin.C & Assoc, B. Jacqueline & Assoc.May 2004. Invasive Alies Species Framework for BC : Identifying and Addressing Threats to Biodiversity “ A Working document to address issues associated with biodiversity in British Columbia. Biodiversity Branch Ministry of Water, Land & Air Protection.

000-017   000-080   000-089   000-104   000-105   000-106   070-461   100-101   100-105  , 100-105  , 101   101-400   102-400   1V0-601   1Y0-201   1Z0-051   1Z0-060   1Z0-061   1Z0-144   1z0-434   1Z0-803   1Z0-804   1z0-808   200-101   200-120   200-125  , 200-125  , 200-310   200-355   210-060   210-065   210-260   220-801   220-802   220-901   220-902   2V0-620   2V0-621   2V0-621D   300-070   300-075   300-101   300-115   300-135   3002   300-206   300-208   300-209   300-320   350-001   350-018   350-029   350-030   350-050   350-060   350-080   352-001   400-051   400-101   400-201   500-260   640-692   640-911   640-916   642-732   642-999   700-501   70-177   70-178   70-243   70-246   70-270   70-346   70-347   70-410   70-411   70-412   70-413   70-417   70-461   70-462   70-463   70-480   70-483   70-486   70-487   70-488   70-532   70-533   70-534   70-980   74-678   810-403   9A0-385   9L0-012   9L0-066   ADM-201   AWS-SYSOPS   C_TFIN52_66   c2010-652   c2010-657   CAP   CAS-002   CCA-500   CISM   CISSP   CRISC   EX200   EX300   HP0-S42   ICBB   ICGB   ITILFND   JK0-022   JN0-102   JN0-360   LX0-103   LX0-104   M70-101   MB2-704   MB2-707   MB5-705   MB6-703   N10-006   NS0-157   NSE4   OG0-091   OG0-093   PEGACPBA71V1   PMP   PR000041   SSCP   SY0-401   VCP550