Briket Sampah Organik

Briket Sampah Organik

 

BRIKET SAMPAH ORGANIK

Dwita Indrarosa


S

ampah yang semakin melimpah dan kerap kali menjadi masalah. Namun dengan pengelolaan sampah yang tepat dapat menghasilkan produk daur ulang seperti salah satunya briket sampah. Briket merupakan bahan bakar padat yang menjadi bahan bakar alternative pengganti minyak tanah. Saat ini briket dapat dibuat dari limbah organik seperti dedaunan, ranting, sisa gergaji bahkan dari enceng gondok sekalipun. Semakin mahalnya minyak tanah serta tingginya harga gas elpiji, salah satu solusi pilihan alternative bahan bakar adalah briket.

Kotoran sapi menghasilkan kalor sekitar 4000kal/g dan gas metan yang tinggi dimana memiliki peran sebagai salah satu unsur penting dalam briket yang berfungsi sebagai penyulut agar briket mudah terbakar.

Briket merupakan bahan bakar pengganti bahan bakar minyak yang paling murah dan dimungkinkan untuk dikembangkan secara massal dalam waktu relative singkat mengingat teknologinya yang relative sederhana.

Dengan penggunaan briket sampah sebagai bahan bakar maka kita dapat menghemat penggunaan kayu sebagai hasil utama dari hutan. Selain itu penggunaan briket dapat menghemat pengeluaran biaya untuk membeli minyak tanah atau gas elpiji. Dengan pemanfaatan serbuk gergaji sebagai bahan pembuatan briket arang maka akan meningkatkan pemanfaatan limbah hasil hutan sekaligus mengurangi pencemaran udara. Selain itu dapat meningkatkan pendapatan masyarakat bila pembuatan briket sampah dikelola dengan baik karena merubah sampah menjadi barang yang bernilai guna.

Dari beberapa kajian dengan beberapa kandungan menunjukkan bahwa penggunaan limbah pertanian dengan perbandingan 1:3 antara kotoran sapi dan limbah pertanian sebagai bahan baku briket mampu meningkatkan kadar karbon, nilai karbon, kerapatan, dan kuat tekan serta mampu menurunkan kadar air dan kadar abu. Selain itu peningkatan proporsi penggunaan limbah pertanian sebagai campuran briket akan menghasilkan nilai kalor yang tinggi yaitu 4527,2 kal/g. Semakin tinggi nilai kalor briket, maka laju pembakaran briket yang dihasilkan juga semakin tinggi.

Mekanisme Pembuatan Briket

  1. 1.Pembakaran Bahan Bakar Padat

Dalam tahap ini terdiri dari 3 tahap yakni pengeringan, devolatilisasi dan pembakaran arang.

  1. 2.Pengeringan (drying)

Dalam proses ini bahan bakar mengalami proses kenaikan temperature sehingga menyebabkan menguapnya kadar air pada permukaan bahan bakar.

3. Devolatilisasi (devolatilization)

     Setelah pengeringan, bahan bakar mulai mengalami dekomposisi, yaitu pecahnya ikatan kimia secara termal dan zat terbang (volatile matter) akan keluar partikel.

  1. 4.Pembakaran Arang (Char Combustion)

Sisa dari pirolisis adalah arang (fixed carbon) dan sedikit debu, kemudian partikel bahan bakar mengalami tahapan oksidasi arang yang memerlukan 70% – 80% dari total waktu pembakaran. Laju pembakaran arang tergantung pada konsentrasi oksigen, temperature gas, bilangan Reynolds, ukuran, dan porositas arang.

Cara Pembuatan Briket

  • Kumpulkan bahan baku seperti sekam, jerami kering, atau tempurung kelapa
  • Siapkan kotoran sapi yang telah dikeringkan kemudian haluskan
  • Pembakaran dilakukan dengan menggunakan drum atau bak di dalam tanah dengan melubangi bagian atasnya, kemudian ditaruh diatas pasir agar udara tidak masuk
  • Setelah separuh drum dan pembakaran telah menjadi arang, biarkan api mengecil
  • Kemudian campurkan serbuk gergaji, koran, ampas kelapa, digiling tidak terlalu halus, sehingga menjadi bubuk arang
  • Campurkan 30 kg bubuk arang dicampurkan dengan 10 kg kotoran sapi yang telah dikeringkan serta 12 kg perekat kanji yang telah dicairkan dengan air mendidih
  • Cetak dalam bentuk bulat dengan diameter 20 cm dan tinggi 30 cm, yang ditengahnya diberi lubang dengan diameter 5 cm
  • Setelah tercetak, angkat perlahan bagian tengahnya
  • Namun bila menggunakan mesin pencetak disesuaikan dengan bentuk cetakan mesin
  • Jemur sampai kering, briket siap digunakan

Cara Penggunaan Briket

  • Briket diletakkan diatas tungku
  • Nyalakan briket dari atas, dengan menggunakan bantuan secarik kertas
  • Kekuatan briket 0,5 kg dapat dipergunakan selama 1,5 jam

 

 

000-017   000-080   000-089   000-104   000-105   000-106   070-461   100-101   100-105  , 100-105  , 101   101-400   102-400   1V0-601   1Y0-201   1Z0-051   1Z0-060   1Z0-061   1Z0-144   1z0-434   1Z0-803   1Z0-804   1z0-808   200-101   200-120   200-125  , 200-125  , 200-310   200-355   210-060   210-065   210-260   220-801   220-802   220-901   220-902   2V0-620   2V0-621   2V0-621D   300-070   300-075   300-101   300-115   300-135   3002   300-206   300-208   300-209   300-320   350-001   350-018   350-029   350-030   350-050   350-060   350-080   352-001   400-051   400-101   400-201   500-260   640-692   640-911   640-916   642-732   642-999   700-501   70-177   70-178   70-243   70-246   70-270   70-346   70-347   70-410   70-411   70-412   70-413   70-417   70-461   70-462   70-463   70-480   70-483   70-486   70-487   70-488   70-532   70-533   70-534   70-980   74-678   810-403   9A0-385   9L0-012   9L0-066   ADM-201   AWS-SYSOPS   C_TFIN52_66   c2010-652   c2010-657   CAP   CAS-002   CCA-500   CISM   CISSP   CRISC   EX200   EX300   HP0-S42   ICBB   ICGB   ITILFND   JK0-022   JN0-102   JN0-360   LX0-103   LX0-104   M70-101   MB2-704   MB2-707   MB5-705   MB6-703   N10-006   NS0-157   NSE4   OG0-091   OG0-093   PEGACPBA71V1   PMP   PR000041   SSCP   SY0-401   VCP550